Sukses

IBL Terhenti, Louvre Surabaya Genjot Penjualan Merchandise

Liputan6.com, Jakarta- Klub basket Louvre Surabaya kini fokus mengenjot penjualan merchandise di tengah terhentinya kompetisi IBL akibat pandemi virus corona Covid-19. Louvre memperoleh pendapatan cukup besar dari sektor merchandise.

Seperti diketahui kompetisi bola basket terbesar di Indonesia, IBL, harus terhenti sejak Maret lalu akibat pandemi virus corona Covid-19. Belum ada kepastian kapan IBL akan dilanjutkan meski muncul wacana akan dimulai lagi September.

Pandemi virus corona Covid-19 sangat berpengaruh pada kondisi keuangan klub IBL. Maklum saja sponsor pun memilih menghentikan sementara pendanaan mengingat situasi perekonomian sangat terganggu.

Situasi sulit ini coba disiasati Louvre. CEO Louvre Erik Herlangga memilih untuk meningkatkan penjualan merchandise. Meski belum setahun berdiri, Louvre memang memiliki banyak fans fanatik.

Penjualan merchandise Louvre selalu sold out dan bahkan jersey untuk edisi 2020 sudah tidak adalagi di pasaran dan menjadi barang langka karena sudah tidak lagi produksi.

"Kondisi pandemi virus corona Covid-19 seperti sekarang membuat sponsor menyetop pendanaan. Makanya kita fokus jual merchandise. Merchandise masuk di kategori pemasukan lain-lain. Hasilnya mencapai Rp 937 juta. Saya jadinya berpikir untuk lebih serius lagi menggarap merchandise," ujar Erik dalam jumpa pers virtual, Rabu (17/6/2020).

 

 

2 dari 3 halaman

Edisi Terbatas

Guna menambah pemasukan dari merchandise, Louvre kini berkolaborasi dengan klub esports EVOS. Ini kolaborasi pertama kali dalam sejarah di Indonesia yang pernah dilakukan antara klub basket dan klub esports untuk mengeluarkan produk merchandise dengan edisi koleksi dan terbatas.

Kolaborasi yang akan dilakukan oleh kedua organisasi yang sedang naik daun adalah kerja sama untuk membuat 200 pcs tshirt di setiap desainnya dengan edisi koleksi karena di buat terbatas dan menampilkan bintang basket Louvre dengan dikombinasikan oleh design dan produksi dari “EVOS GOODS” dan semua serba authentic dan tidak akan ada penjualan lagi walaupun sudah habis dipasaran.

3 dari 3 halaman

10 Desain

Kerjasama Louvre dengan Evos ini masih tahap pertama. Akan ada t-shirt dengan 10 desain berbeda. Tiap desain hanya dijual 200 buah.

“Sebelumnya terima kasih banyak buat mas Erick yang sudah mengajak EVOS kolaborasi antara olahraga konvensional dan esports. Saya rasa ini kolaborasi pertama untuk di bidangnya dan Saya percaya dengan kolaborasi kami ini, semakin banyak orang yang lebih aware dengan adanya esports dan dengan Louvre Basketball sebagai salah satu tim terbaik di IBL saat ini, kami bisa menyampaikan semangat anak-anak muda dan bisa menginspirasi generasi berikutnya” ujar Merchandise Manager EVOS Bapak Yansen Wijaya.