Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat di seluruh dunia masih menanti kehadiran vaksin COVID-19. Saat ini peneliti di berbagai penjuru muka bumi terus bekerja sama dengan perusahaan farmasi maupun jejaring pengembang, agar uji klinis dapat dilakukan dan vaksin bisa diproduksi massal.Â
Ilmuwan Indonesia Taruna Ikrar memaparkan sudah ada 115 kandidat vaksin. Dari jumlah itu, 78 di antaranya terkonfirmasi aktif dan 37 lainnya tidak terkonfirmasi.
"Lalu dari 78 proyek aktif yang dikonfirmasi, 73 di antaranya saat ini berada pada tahap eksplorasi atau praklinis," papar Taruna melalui kiriman tulisan kepada Liputan6.com.
"Kandidat vaksin yang paling canggih sudah masuk dalam uji klinis, yaitu mRNA-1273 dari Moderna, Ad5-nCoV dari CanSino Biologicals, INO-4800 dari Inovio, LV-SMENP-DC, dan aAPC khusus patogen dari Shenzhen Geno-Immune Medical Institute."
Dari sisi pengembang vaksin, ada 10 pengembang yang berencana membuat vaksin adjuvant untuk COVID-19. Adjuvant merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam vaksin untuk meningkatkan respons imun.Â
"Pengembang vaksinnya, termasuk perusahaan farmasi GlaxoSmithKline, Seqirus dan Dynavax. Mereka berkomitmen membuat adjuvan berlisensi (AS03, MF59 dan CpG 1018, masing-masing) tersedia untuk COVID 19 vaksin," lanjut Taruna, yang bekerja di American College of Clinical Pharmacology, Amerika Serikat.
Pengembangan vaksin COVID-19 global tidak hanya dilakukan perusahaan farmasi saja. Sejumlah pengembang vaksin multinasional ikut terjun mengembangkan vaksin COVID-19. Siapa saja mereka? Berapa persentase jumlah pengembang?
Berikut ini tulisan Taruna berjudul Berburu Vaksin Corona Virus COVID-19 secara lengkap:
Kandidat Vaksin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1276232/original/090735700_1467090165-20160628-Ilustrasi-Vaksin-iStockphoto10.jpg)
"Corona Virus Diseases (COVID-19) mewabah secara global dan mewabah secara pandemic. Bahkan telah menginfeksi jutaan penduduk dunia, dengan tingkat kematian yang sangat tinggi hingga ratusan ribu pasien. Wabah ini bisa menjadi ancaman bukan saja Kesehatan tetapi ancaman resesi ekonomi dan sosial.
Selanjutnya, setelah ditemukan Urutan genetik SARS-CoV-2, coronavirus yang menyebabkan COVID-19, telah ditemukan dan merangsang perusahaan farmasi global yang kuat untuk mengembangkan vaksin melawan penyakit tersebut.
Skala dampak kemanusiaan dan ekonomi dari pandemi COVID-19 yang luar biasa, mendorong evaluasi teknologi vaksin generasi berikutnya melalui paradigma baru untuk mempercepat pengembangan, dan kandidat vaksin COVID-19 pertama memasuki pengujian klinis pada manusia dengan cepat.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1276221/original/073476300_1467089850-20160628-Ilustrasi-Vaksin-iStockphoto3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421566/original/097314800_1763950193-WhatsApp_Image_2025-11-24_at_09.07.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3334658/original/040696600_1609125218-martin-sanchez-Tzoe6VCvQYg-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 75 Mutasi Varian Baru COVID-19 Cicada](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/reSd7PVafZjUwHScr4SWjBnOLrk=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542694/original/067258800_1774950743-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_3.38.47_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)