Kisah Wesley Sneijder, Terbuang di Real Madrid Bersinar di Inter Milan

Setelah ditendang Los Blancos, dia justru meraih treble bersama Inter Milan. Sneijder adalah nomor 10 sempurna Jose Mourinho di Inter Milan.

Diterbitkan 11 Juni 2020, 09:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menatap musim 2009-2010, Madrid kembali menerapkan proyek Los Galacticos, dan mendatangkan sejumlah bintang dunia. Cristiano Ronaldo dan Kaka adalah beberapa di antaranya.

Sneijder dianggap surplus di skuat, dan Madrid pun memutuskan menjualnya.

Petualangan di Inter Milan

Sneijder dijual ke Inter Milan senilai 15 juta euro pada 27 Agustus 2009. Selain Sneijder, Inter di musim panas itu juga merekrut Lucio dari Bayern Munchen, Thiago Motta dan Diego Milito dari Genoa, serta Samuel Eto'o dari Barcelona.

Sneijder diberi nomor punggung 10 Inter Milan.

Musim itu, di bawah kepelatihan Jose Mourinho, Inter benar-benar serius membangun skuad demi ambisi menjadi yang terbaik di Italia dan Eropa.

Sneijder merupakan kepingan terakhir dari counter-attacking jigsaw yang disusun Mourinho di Inter Milan. Keputusan Real Madrid membuang Sneijder menjadi berkah baginya.

Sneijder adalah pemain yang elegan, tapi juga bertenaga. Kombinasi itu membuatnya jadi sosok penting dalam skema permainan La Beneamata.

Sneijder memiliki kaki kanan dan kiri yang sama kuat. Perpaduan visi dan fisik yang bagus juga membuatnya vital dalam bertahan maupun menyerang.

Di Italia, Sneijder mampu menunjukkan semua kemampuan terbaiknya.

"Siapa nomor 10 sempurna menurut saya? Wesley Sneijder dan Deco. Karena mereka bisa bertahan, masuk ke kotak penalti lawan, dan mencetak gol-gol? Ya," kata Mourinho kepada Daily Telegraph pada 2015.

 

Pilar Treble Inter Milan

Pada musim 2009-2010 itu, Inter menjadi klub pertama Italia dalam sejarah yang meraih treble Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Sneijder adalah salah satu pilar kesuksesan mereka. Musim itu, dia mengukir delapan gol dan 15 assist dalam 41 penampilan di semua ajang.

Sneijder empat musim memperkuat Inter Milan, mencetak 22 gol dalam 116 penampilan. Dia kemudian hijrah ke Turki dan membela Galatasaray.

Setelah Galatasaray (2013-2017), Sneijder bermain untuk Nice (2017-2018) di Prancis, dan terakhir membela Al-Gharafa di Qatar. Sneijder pensiun di klub tersebut pada 12 Agustus 2019.

Sneijder memperkuat enam klub berbeda sepanjang karier profesionalnya. Namun, harus diakui, dari semua itu, satu yang paling berkesan adalah musim treble-nya bersama Inter Milan.

Sumber: Berbagai Sumber

Disadur dari: Bola.net (Penulis Gia Yudha Perdana, published: 10/6/2020)

 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Adyaksa Vidi, Liputan6.comTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan