New Normal, Ini Tips Saat Keluar Rumah di Tengah Pandemi Corona Covid-19

Namun, kini kita sudah harus bersiap memasuki era new normal walau kasus Virus Corona (COVID-19) masih menanjak tiap hari. Jumlah tesnya pun belum kunjung menyentuh 10 ribu.

Diterbitkan 29 Mei 2020, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Yang kedua, lebih mudah menjaga jarak aman di luar ruangan ketimbang di dalam ruangan.

Ketiga, berdasarkan sejumlah bukti, udara panas, hangat, bisa membunuh virus corona dan kelembapan bisa mencegah percikan mengambang di udara hingga terbang ke orang lain.

Sebuah penelitian dari China (meski belum diulas sesama ahli) memperlihatkan setiap wabah dengan tiga atau lebih kasus terjadi di dalam ruangan. Penelitian lain (juga belum diulas sesama ahli) di Jepang menemukan, penularan Covid-19 terjadi di lingkungan tertutup 18,7 kali lebih besar ketimbang di lingkungan terbuka.

Terapkan Praktik Hidup Bersih

Cuci tangan sesering mungkin dan jangan sentuh wajah. Jika Anda akan sering keluar rumah, maka saran tersebut sangat penting diterapkan.

Penelitian memperlihatkan virus bisa hidup cukup lama hingga beberapa jam bahkan hari di berbagai permukaan benda. Jika kita menyentuh permukaan-permukaan itu lalu menyentuh wajah, maka bisa tertular dengan masuknya virus dari mata, hidung, mulut.

Tidak menyentuh wajah memang bukan perkara mudah. Ini soal kebiasaan, tapi kita harus menghindarinya.

Untuk soal cuci tangan, lakukan sesering mungkin--sebelum, sedang, dan setelah dari luar rumah. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik dan jangan lupa bagian punggung tangan. Jika Anda tidak punya air maka hand sanitizer dengan alkohol 60 persen juga bisa.

Masker

Sejumlah ahli lain dan pemerintah mewajibkan pemakaian masker di mana pun ketika Anda di luar rumah di tengah pandemi Covid-19. 

Jika Anda memakai masker maka lebih kecil peluangnya Anda menyebarkan virus dari percikan saat bernapas, berbicara, bernyanyi, tertawa, batuk, bersin, atau apa pun yang bisa Anda lakukan dengan mulut dan hidung.

Masker juga menghalangi percikan dari orang lain ke depan mulut dan hidung Anda (jika Anda memakai masker dengan benar yaitu menutupi mulut dan hidung).

Jika tidak ada masker medis atau bedah, masker kain pun sudah memadai.

Hindari Kerumunan

Jaga jarak aman hingga 2 meter dari orang lain. Karena jika kita semakin dekat, maka risiko tertular semakin besar.

Seorang yang berolah raga lari melintas dekat Anda bukanlah akhir segalanya. Tapi jika Anda berada kurang dari 1,5 meter dengan orang lain dalam waktu lama maka itu berbahaya.

"Dua hal yang kita khawatirkan adalah jarak kita dengan orang lain dan berapa lama kita bersama orang itu," kata Crystal Watson, akademisi senior di Pusat John Hopkins untuk Keamanan Kesehatan.

Ini juga berlaku untuk di luar ruangan. Meski luar ruangan lebih aman ketimbang di dalam ruangan, lebih baik hindari kerumunan di taman, pantai, atau tempat lain. 

Jadi jika Anda ingin makan di restoran, hindari restoran yang sudah penuh. Kalau mau ke pantai lihat mana lokasi yang orangnya tidak terlalu ramai.

Jika Anda harus mengadakan acara dengan banyak orang atau bertemu teman, keluarga, jaga jarak dan hindari salaman, pelukan, atau berciuman.

Di kendaraan umum biasanya orang berdesakan, hindari sebisa mungkin. Pilih yang tidak terlalu penuh. 

Hindari berbagi permukaan benda

ika virus Corona menyebar lewat percikan yang mendarat di berbagai permukaan, maka cara untuk menghindarinya adalah tidak berbagi permukaan semaksimal mungkin.

Jika Anda di luar rumah, hindari menyentuh benda-benda yang disentuh banyak orang, seperti pegangan sesuatu, ayunan, seluncuran, kursi taman, atau setidaknya bersihkan dulu sebelum menyentuhnya.

Kalau Anda harus memakai kendaraan umum atau masuk ke ruangan, maka hindari sebanyak mungkin menyentuh permukaan benda-benda.

Kalau Anda bertemu orang yang tidak tinggal bersama Anda, hindari pemakaian gelas, mainan, berbagi makanan atau benda lain yang dipakai bersama.

Disadur dari Merdeka.com ( Pandasurya Wijaya)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan