Bacaan Takbiran Idul Fitri serta Keutamaan saat Mengumandangkannya

Mengumandangkan takbiran saat menyambut hari raya Idul Fitri merupakan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Diperbarui 17 Mei 2021, 10:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Hari raya Idul Fitri adalah hari kemenangan untuk seluruh umat muslim setelah sebulan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Momen Idul Fitri merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu dan selalu dirindukan. Pasalnya, tak jarang momen Lebaran dijadikan sebagai momen untuk berkumpul bersama keluarga.

Saat perayaan hari raya kemenangan, seluruh umat muslim melaksanakan sholat Idul Fitri pada pagi hari. Gema takbir berkumandang dan tentunya menyentuh hati seluruh umat muslim ketika mendengarnya. Aura kebahagiaan seluruh umat muslim pun terpancar ketika menyambut hari raya kemenangan ini.

Mengumandangkan takbiran saat menyambut hari raya Idul Fitri merupakan sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Melantunkan takbir ketika menyambut hari raya Idul Fitri tentunya membuat hati seseorang merasa tenang.

Gema takbiran yang berkumandang di hampir seluruh dunia tentunya membuat hati bergetar, karena momen perayaan ini hanya dijumpai setahun sekali.

Bikin Hati Tenang

Melantunkan takbiran idul fitri membuat hati merasa tenang. Membaca takbir bisa disebut dzikir. Oleh karena itu tidak ada larangan dalam bertakbir selama dalam batas wajar.

Mengagungkan sang pencipta dalam lantunan takbir Idul Fitri tentunya membuat diri seseorang merasa lebih dekat dengan Allah SWT.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang bacaan takbiran lengkap idul fitri dan keutamaan saat melantunkannya, Sabtu (23/5/2020).

Mengenal Bacaan Takbiran Idul Fitri

Bacaan takbiran Idul Fitri dianjurkan untuk dilafalkan oleh seluruh umat muslim dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Sebelum menyongsong hari raya kemenangan, seluruh umat muslim ramai mengumandangkan takbir. Pada pagi hari menjelang pelaksanaan sholat Idul Fitri, juga dianjurkan untuk tetap mengumandangkan bacaan takbiran Idul Fitri tersebut.

Takbir terbagi dua macam yakni takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu sehingga dianjurkan sepanjang malam. Seperti takbir di malam Idul Fitri dan Idul Adha.

Waktu melaksanakan takbir mursal dimulai dari terbenamnya matahari malam Id hingga imam melakukan takbiratul ihram shalat Id, meliputi idul fitri maupun idul adha.

Adapun takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai sahalat lima waktu selama hari raya idul adha dan hari tasyrik, 11, 12 dan 13 dzulhijjah. Waktu pembacaannya adalah setelah sembahyang shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga ashar akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada surat al-Baqarah ayat 185: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

Halaman
Show All
Liputan6.com, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan