5 Pemain yang Jadi Supersub Ampuh di Timnas Indonesia dan Liga 1

Di Timnas Indonesia dan Liga 1, selalu ada pemain yang menjadi supersub. Pemain-pemain ini turun dari bangku cadangan tapi bisa mengubah keadaan.

Diterbitkan 17 Mei 2020, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Pemain penentu kemenangan terkadang tidak dicetak oleh 11 pemain starter, tapi juga pemain cadangan. Pemain cadangan yang hebat biasanya menjadi supersub dan sejumlah nama pernah merasakan momentum itu, termasuk di Timnas Indonesia dan era Liga 1.

Pemain pengganti dalam sebuah tim sepak bola umumnya masuk untuk menyegarkan kembali tim ketika memasuki separuh terakhir permainan. Namun, penentuan pemain yang masuk ke lapangan sebagai pengganti pasti diambil dari pertimbangan strategi yang matang seorang pelatih yang berada di pinggir lapangan.

Dengan kejelian seorang pelatih membaca permainan untuk menentukan pemain yang masuk lapangan sebagai pengganti, dan didukung kualitas yang dimiliki oleh sang pemain itu sendiri, bukan tidak mungkin sang pemain bisa menjadi supersub yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap arah permainan tim dan hasil dari pertandingan.

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, pernah merasakan momen menjadi supersub ketika masih aktif sebagai pemain di Old Trafford. Manajer legendaris Sir Alex Ferguson, kerap membangkucadangkan Solskjaer dan menurunkan pemain asal Norwegia itu pada momen-momen genting yang menentukan.

Peran sebagai supersub juga kerap terlihat di Timnas Indonesia. Striker sekaliber Kurniawan Dwi Yulianto yang kini menyandang status legenda Tim Garuda, hingga pemain muda asal Papua, Todd Rivaldo Ferre, pernah memainkan peran sebagai pemain pengganti dengan sangat baik dan menjelma sebagai supersub.

Berikut lima pemain yang pernah dan sedang menyandang status supersub di Timnas Indonesia dan Liga 1:

1. Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto merupakan striker legendaris Timnas Indonesia. Gaya mainnya mengandalkan kecepatan, kemampuan dribel yang baik, serta ketajaman dalam mencetak gol. Alhasil pemain yang akrab disapa Si Kurus ini selalu dikenang sebagai satu dari beberapa striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Eks striker yang kini menjadi pelatih klub Malaysia, Sabah FA, dan sempat menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018, pernah merasakan momen menjadi seorang supersub di Piala Tiger 2004.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Saat itu, Timnas Indonesia asuhan Peter Withe memiliki lima orang penyerang di Piala AFF 2004. Ada Boaz Solossa sebagai pemain muda yang cemerlang. Lalu ada Ilham Jaya Kesuma yang menjadi top scorer di ajang tersebut. Kemudian ada Elie Aiboy dan Saktiawan Sinaga. Kurniawan pun ada untuk melengkapi lima nama striker tersebut. Kala itu, Peter Withe lebih mempercayakan duet lini depan Timnas Indonesia kepada pemain muda, Boaz Solossa yang berusia 18 tahun dan Ilham Jaya Kesuma yang cemerlang di level klub dan baru berusia 26 tahun. Keduanya tidak mengecewakan saat di lapangan hijau. Ilham Jaya Kesuma menyelesaikan turnamen sebagai top scorer dengan tujuh gol, dan Boaz mencetak empat gol. Namun, saat itu Kurniawan Dwi Yulianto yang kerap masuk sebagai pemain pengganti tidak kalah cemerlang. Striker yang memang lebih senior dan memiliki jam terbang lebih banyak itu memang seperti disiapkan sebagai supersub oleh Peter Withe. Dalam kemenangan 6-0 atas Laos di laga pertama, Kurniawan mencetak gol terakhir kemenangan Tim Garuda pada menit ke-86, di mana sebelumnya Boaz dan Ilham masing-masing sudah mencetak dua gol, dan satu gol lain dicetak Elie Aiboy. Dalam laga kedua kontra Singapura, Peter Withe memberikan kepercayaan kepada Kurniawan untuk memberikan kemenangan. Sayang, Kurniawan tak bisa mencetak gol dan Tim Garuda bermain imbang tanpa gol. Peter Withe kemudian tidak lagi memberikan kesempatan kepada Kurniawan untuk bermain saat menang 3-0 atas Vietnam di laga ketiga. Kurniawan akhirnya mampu mencetak dua gol saat Timnas Indonesia menang telak 8-0 atas Kamboja di laga keempat atau laga terakhir fase grup. Kurniawan mencetak gol pada menit ke-74 dan 76' yang mengantar Indonesia menjadi juara Grup A Piala Tiger 2004. Lolos ke semifinal, Kurniawan mendapatkan kesempatan dari Peter Withe untuk tampil dari awal pertandingan pada laga kontra Malaysia di leg pertama babak empat besar itu. Bermain di depan puluhan ribu penonton di Stadion Gelora Bung Karno, Kurniawan membawa Tim Garuda unggul 1-0 saat laga baru berjalan enam menit. Sayang, Timnas Indonesia akhirnya menyerah kalah 1-2 dalam laga itu. Ketika bertandang ke Bukit Jalil menjalani leg kedua, Timnas Indonesia yang sempat tertinggal 0-1 berhasil menyamakan kedudukan lewat gol yang dicetak Kurniawan pada menit ke-59. Gol tersebut menjadi pemicu semangat para pemain Tim Garuda yang lain hingga akhirnya menang telak 4-1 dan lolos ke final. Dalam laga final Piala AFF 2004 kontra Singapura, Kurniawan kembali mendapat kesempatan bermain dari Peter Withe, tapi Si Kurus gagal mempersembahkan gol dan Timnas Indonesia pun gagal menjadi juara setelah kalah 1-3 di GBK dan kalah 1-2 di Stadion Nasional Kallang. Piala AFF 2004 menjadi ajang terakhir Kurniawan Dwi Yulianto membela Timnas Indonesia di sebuah kejuaraan internasional. Kurniawan kemudian memutuskan pensiun pada 2005, di mana laga kontra Australia menjadi laga terakhir bagi striker legendaris Timnas Indonesia itu.

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Defri Saefullah, Hendry WibowoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan