5 Gelandang Pengangkut Air Terbaik di Liga Indonesia: Dari Ponaryo Hingga Sandi Sute

Dalam perjalanan Liga Indonesia, sejumlah pemain kerap mendapatkan julukan sebagai gelandang pengangkut air. Siapa saja mereka?

Diterbitkan 16 Mei 2020, 17:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Dalam pertandingan sepak bola, kerap kali komentator menyebutkan istilah gelandang pengangkut air untuk seorang pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Istilah yang pertama kali ditujukan untuk pemain Timnas Prancis, Didier Deschamps itu juga ada di Indonesia, di mana sejumlah pemain cukup identik dengan istilah tersebut dalam perjalanan Liga Indonesia.

Gelandang pengangkut air atau water carrier, adalah istilah yang digunakan mantan kapten Manchester United asal Prancis, Eric Cantona, saat membahas kompatriotnya yang menjadi langganan Timnas Prancis saat itu, Didier Deschamps. Gelandang bertahan yang juga kapten Timnas Prancis itu pun membawa Les Bleus menjadi juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Deschamps dikenal sebagai tipikal gelandang yang memiliki mobilitas tinggi serta mau bekerja untuk timnya. Mampu merusak irama permainan lawan saat ditekan dan menjadi poros permainan saat mengalirkan bola. (AFP/Patrick Kovarik)

Eric Cantona memberikan julukan pengangkut air kepada Deschamps bukan tanpa alasan. Istilah yang lekat dengan pemain berposisi gelandang bertahan itu diberikan karena sejumlah penunjang, seperti pemain tersebut memiliki stamina yang bagus, tekel yang bersih, mampu membaca transisi permainan dengan cepat, dan tentunya memulai serangan setelah merebut bola dari pemain lawan.

Peran untuk memutus serangan lawan di lini tengah memang merupakan fungsi utama dari seorang gelandang bertahan. Namun, kriteria lain di atas adalah syarat mutlak mengapa seorang gelandang bertahan bisa mendapatkan julukan sebagai pengangkut air.

Selain Didier Deschamps, sejumlah pemain dunia yang lekat dengan julukan gelandang pengangkut air adalah Owen Hagreaves di Inggris dan Gennaro Gattuso di Italia. Namun, di Indonesia pun karakter pemain seperti itu juga ada.

Dari Syamsul Bachri Chaeruddin yang pernah memperkuat PSM Makassar dan Timnas Indonesia, hingga kini Sandi Sute di Persija Jakarta, adalah contoh konkret dari seorang gelandang pengangkut air.

Kali ini Bola.com membahas mengenai lima pemain dengan peran sebagai gelandang pengangkut air terbaik yang ada di Liga Indonesia.

Syamsul Bachri Chaeruddin

Aktraktif, pekerja keras, sekaligus petarung kala tampil di lapangan hijau bersama tim yang dibelanya. Itulah karakter yang kental melekat dalam diri Syamsul Chaeruddin, gelandang bertahan terbaik PSM Makassar di era Liga Indonesia.

Nama Syamsul Chaeruddin pertama kali mencuat di pentas sepak bola nasional ketika membawa PSM menembus semifinal Liga Indonesia 2002 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Syamsul masuk pantauan manajemen Timnas Indonesia U-20 untuk mengikuti turnamen Piala Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam, 16–26 Augustus 2002. Bersama Syamsul, timnas U-20 tampil gemilang pada turnamen yang diikuti Thailand, Singapura, Vietnam, Malaysia, Filipina, Myanmmar, Laos, Kamboja, dan tuan rumah Brunei Darussalam. Pada level timnas senior, Syamsul melakukan debutnya saat Indonesia bermain imbang tanpa gol dengan Malaysia dalam laga uji coba 12 Maret 2004. Pencapaian Syamsul Chaeruddin di Timnas Indonesia terbilang baik. Setelah berjaya di level junior dengan meraih trofi juara di Brunei, Syamsul melengkapinya dengan gelar juara timnas senior di Piala Kemerdekaan 2008. Sebagai pemain, Syamsul Chaeruddin memiliki stamina prima yang menunjang mobiltasnya sebagai gelandang jangkar tim. Ia mendapat kelebihan itu dengan latihan dan kerja keras.

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan