Eks Bintang Liverpool Kenang Comeback Dramatis atas AC Milan di Final Liga Champions

Pemain internasional Ceko itu mencetak gol kedua untuk timnya dan penalti keempat dalam drama adu penalti melawan AC Milan.

Diterbitkan 06 Mei 2020, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Liverpool - Mantan pemain Liverpool, Vladimir Å micer, mengenang final dramatis Liga Champions musim 2005 yang digelar di Istanbul. Ia menyebut laga lawan AC Milan itu momen yang sangat mengesankan.

Pertandingan Liverpool kontra AC Milan dimulai dengan awal yang "gila". Paolo Maldini mencetak gol di menit pertama, yang membuat pasukan Rafa Benítez ketinggalan 0-3 di babak pertama.

Namun, hanya sedikit yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Liverpool hanya dalam waktu enam menit mampu membalikkan keadaan, dan membawa permainan ke perpanjangan waktu sebelum akhirnya mereka mengangkat trofi setelah adu penalti yang menegangkan.

Dan, momen itu terus dikenang salah satu pemain kunci, Å micer, yang masuk pada menit ke-23 menggantikan Harry Kewell yang cedera.

Pemain internasional Ceko itu mencetak gol kedua untuk timnya dan penalti keempat dalam drama adu penalti. Sebelumnya, tendangan bintang AC Milan Andriy Shevchenko berhasil diselamatkan Jerzy Dudek dan memberikan gelar kepada Liverpool.

Pertandingan Terakhir

“Setelah mencetak gol kedua, saya merasa kami akan mendapatkan yang ketiga. Saya merayakannya, tetapi tidak ada yang datang dengan saya! Semua pemain berada di tengah dan menunggu peluit untuk menyerang lagi. Para pemain Milan tidak tahu apa yang sedang terjadi. Enam menit itu gila," kata Šmicer kepada France Football.

“Saya sangat senang karena itu adalah pertandingan terakhir saya untuk Liverpool. Saya bisa pergi dengan tenang! Itu yang membuat saya agak gugup juga," kenangnya.

"Saya tahu bahwa Benitez akan bertanya kepada saya apakah saya ingin mengambil penalti. Saya berumur 32, saya merasa baik. Saya bilang iya. Dia menjawab: 'Oke, kamu keempat'. "

Hilang Kepercayaan Diri

Usai menyanggupi permintaan pelatihnya, tiba-tiba semua kepercayaan diri saya hilang. "Saya merasa sangat sangat gugup. Ini akan menjadi tembakan terakhir saya bersama Liverpool.

Saya berkata pada diri sendiri: "Jika Anda mencetak gol, Anda dapat kembali ke Liverpool seumur hidup, tetapi jika tidak, Anda tidak akan pernah bisa kembali! Tidak pernah!," kata Smicer.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Selandia Baru vs Mesir: Mohamed Salah Sebut Kemenangan Bersejarah The Pharaohs sebagai Pencapaian Besar

Achmad Yani Yustiawan, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • AC Milan adalah salah satu klub tersukses di Serie A Italia dengan raihan 18 trofi
    AC Milan adalah klub sepak bola Italia dengan sejarah panjang prestasi, namun saat ini menghadapi masa transisi dan tantangan di bursa transfer serta penentuan pelatih baru.
    AC Milan
  • Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool FC merupakan klub tersukses asal Inggris di eropa. Raihan 5 trofi dari 7 final menjadi bukti betapa berbahayanya Liverpool di rana
    Liverpool
  • Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antar klub di benua Eropa
    Liga Champions
  • Vladimir Smicer