6. Rickie Lambert
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/780320/original/042470000_1418554427-Lambertt.jpg)
Karier Rickie Lambert hampir mencapai puncak pada musim panas 2014. Pada musim panas itu dia pindah dari Southampton ke Liverpool dengan banderol 4 juta pounds. Lambert pernah merumput di Liverpool saat remaja, namun dia kemudian dilepas. Pada musim panas itu, dia juga masuk jadi bagian skuat Inggris di Piala Dunia.Â
Hebatnya saat itu Lambert sudah tak muda lagi. Usianya sudah mencapai 32 tahun.Â
Sebelum mencapai titik itu, Lambert menempuh jalan berliku menuju puncak. Setelah dilepas Liverpool saat remaja, dia menjadi pemain profesional pada usia 16 tahun di Blackpool. Karier Lambert kemudian berpindah-pindah dari tim medioker ke tim kecil lainnya, seperti Macclesfield Town, Stockport County, Rochdale, dan Bristol Rovers.
Baru pada musim panas 2009, setelah mencetak 29 gol untuk Bristol di League One, dia digaet Southampton. Saat itu, The Saint masih berlaga di League One juga. Tapi, Lambert dengan gemilang mengantar Southampton melejit.Â
Ia mencetak 117 gol dalam 235 penampilan bersama The Saint. Torehan itu mengantarnya mendapat panggilan dari Timnas Inggris pada usia 31 tahun. Setelah itu dia juga digaet lagi oleh Liverpool.Â
Karier Lambert di Liverpool relatif singkat dan tak begitu mengesankan. Namun, pencapaianya pada akhir kariernya layak mendapat apresiasi.Â
Â
5. Miroslav Klose
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/158040/original/img_klose-5.jpg)
Pria asal Jerman, Miroslav Klose, masih memegang rekor sebagai pemain yang mencetak gol terbanyak di Piala Dunia. Munculnya nama Klose di puncak daftar itu bisa dibilang mengejutkan.Â
Yang lebih mengejutkan, ia baru mendapatkan debut bersama Timnas Jerman pada usia 24 tahun. Anehnya lagi, Klose mencetak gol terakhir untuk Jerman saat berusia 36 tahun pada Piala Dunia 2014. Â
Karier profesional Klose dimulai di Kaiserslauten pada 1998, saat berusia 20 tahun. Dia lebih tua daripada para rising star lainnya. Selama lima tahun setelah itu dia menjadi sumber gol bagi klubnya. Klose total mengoleksi 44 gol untuk Kaiserlauten sebelum hijrah ke Wender Bremen.Â
Di sana kariernya makin berkembang. Pada musim 2005-2006, ia membukukan 31 gol pada usia 31 tahun. Tapi, ketika mencapai usia 29 tahun, dia mengukir lompatan tertinggi dalam kariernya, saat pindah ke Bayern Munchen.Â
Klose menghabiskan karier selama empat musim di Bayern Munchen, serta memenangi dua gelar Bundesliga.Â
Meskipun mencapai usia 33 tahun pada akhir musim 2010-2011, dia belum mengakhiri kariernya, malah pindah dari Bayern ke Lazio. Klose masih menjadi sumber gol di Lazio hingga pensiun pada usia 38 tahun pada 2016. Prestasi gemilangnya termasuk mengangkat trofi Piala Dunia pada 2014.Â
Â
4. Josip Ilicic
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3093080/original/011320700_1585900078-000_1M213V.jpg)
Gelandang serang asal Sloveia, Josip Ilicic, merupakan satu di antara kisah sukses pada musim 2019-2020. Menjadi andalan klub Serie A, Atalanta, Ilicic menjadi bagian tim yang menciptakan kejutan di Liga Champions. Ia menggelontorkan 21 gol dalam 29 penampilan pada musim ini, yang merupakan koleksi gol terbaik sepanjang kariernya. Â
Kejutan terbesarnya, sang pemain menginjak usia 32 tahun pada Januari 2020. Padahal Ilicic sudah berkiprah sejak di Serie A sejak usia 22 tahun bersama Palermo. Setelah tiga musim di Palermo, dia pindah ke Fiorentina dan bertahan di sana selama empat tahun. Meski demikian, Ilicic tak benar-benar bersinar hingga belakangan ini. Sebelumnya, prestasi terbaiknya adalah menyumbangkan 13 gol di liga pada musim 2015-2016.Â
Jika melihat penampilannya belakangan ini, Ilicic diprediksi bakal melanjutkan kebintangannya di Atalanta meskipun usianya sudah tak lagi muda.Â
Â
3. Danny Blind
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1020160/original/062909000_1444798346-000_Par8300783.jpg)
Bek tengah, Danny Blind, merengkuh kesuksesan di klub bersama Sparta Rotterdam dan Ajax. Namun, kesuksesan itu datang cukup telat, ketika usianya sudah lebih dari 30 tahun.Â
Blind memulai debut laga profesional pada era 1970, namun sebagian besar gelarnya diraih pada era 1990-an.Â
Dia baru menemukan permainan terbaiknya saat diarsiteki Louis Van Gaal di Ajax. Saat itu, Blind didapuk sebagai kapten. Tangan dingin Van Gaal berhasil mengubah Ajax menjadi kekuatan menakutkan di Eropa pada pertengahan era 1990-an.Â
Sepanjang periode 1990-an, ia memenangi empat gelar Eredivisie, yang terakhir diraih pada musim 1997-1998, saat usianya 36 tahun. Bahkan, ia mengangkat trofi Liga Champions pada musim 1994-1995 ketika berusia 34 tahun. Â
Â
2. Luca Toni
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2890977/original/001118700_1566559256-000_Par493387.jpg)
Pemain Italia terkadang baru mencapai puncak performa pada fase-fase akhir kariernya. Luca Toni merupakan satu di antaranya.Â
Sang striker banyak berkutat di liga-liga divisi bawah Italia sepanjang masa remajanya dan pada usia 20-an. Setelah sempat membela tim Serie A Brescia, dia kembali ke Serie B bersama Palermo pada usia 26 tahun.Â
Tiba-tiba kariernya melejit dengan mencetak 30 gol di Serie B dan membantu Palermo promosi. Toni kemudian menyumbangkan 20 gol untuk Il Rosanero di Serie A, sehingga finis di peringkat keenam Serie A.Â
Luca Toni kemudian diboyong oleh Fiorentina. Pada usia 28 tahun, dia mencetak 31 gol di Serie A musim 2005-2006. Pada musim panas tahun itu Luca Toni mencetak dua gol di Piala Dunia yang dimenangi Italia. Setahun berselang dia hijrah ke Bayern Munchen. Â
Setelah mencetak 24 gol pada musim debutnya, Toni direcoki cedera. Saat itu dia sudah memasuki usia 30 tahun. Sang pemain tampak mulai menurun. Namun, setelah hijrah ke Verona pada 2013, dia kembali berkibar pada dua msuim berikutnya.Â
Luca Toni tercatata mengukir 22 gol pada musim 2014-2015 pada usia 38 tahun.Â
Â
1. Jamie Vardy
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3072364/original/059029400_1583806134-20200309-Hasil-pertandingan-Leicester-City-Vs-Aston-Villa-AP-1.jpg)
Jamie Vardy lahir pada 1987, dan meskipun bermain untuk Sheffield Wednesday saat belia, dia dilepas ke klub nonliga Stocksbridge Park Steels pada usia 16 tahun.Â
Vardy baru gabung klub profesional pada usia 23 tahun, yaitu Halifax Town. Pada usia 25 tahun (2012), Vardy masih bermain di turnamen nonliga untuk Fleetwood Town.
Nasibnya berubah setelah pindah ke Leicester pada musim panas 2012, yang saat itu bermain di Divisi Championship. Setelah dua musim di Championship, dia akhirnya mencicipi Premier League bersama Leicester pada usia 27 tahun.Â
Sejak itu, sisanya adalah sejarah. Ia mampu menyuguhkan performa gemilang pada usia 20-an akhir dan awal 30-am. Setelah unjuk gigi pada musim 2014-2015, dia makin bersinar pada musim berikutnya, dengan mengantar Leicester menjuarai Premier League. Saat itu, Vardy mencetak 24 gol.Â
Vardy juga membuktikan bukan hanya jadi bintang semusim. Dia tetap konsisten menjadi mesin gol bagi Leicester dan Timnas Inggris hingga memutuskan pensiun dari sepak bola internasional pada Agustus 2018.Â
Sumber: Sportkeeda
Disadur dari: Bola.com (penulis/editor, Yus Mei Sawitri, published 26/4/2020)
Â
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3093134/original/030725600_1585902886-000_1MT3UA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1344450/original/067664500_1473764795-Jamie_Vardy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325420/original/059277900_1755980591-Federico_Bonazzoli_gol_ac_milan_cremonese_ap_luca_bruno.jpg)