7 Pesepakbola Top yang Terlambat Bersinar

Beberapa pemain telah bersinar di kancah sepak bola. Mereka baru mencapai performa terbaik ketika usianya sudah menua.

Diterbitkan 26 April 2020, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Kemunculan sosok pesepakbola muda atau wonderkid selalu menarik perhatian. Pemain yang menunjukkan talenta gemilang pada usia yang masih belia juga kerap jadi rebutan klub-klub besar dunia. 

Pesepakbola yang sudah bersinar pada usia muda banyak sekali contohnya. Sebut saja Cristiano Ronaldo, Michael Owen, Erling Braut Haaland, hingga Jadon Sancho. 

Mereka terus menjadi perbincangan karena konsisten menyuguhkan performa apik sejak muda, hingga menua. Cristiano Ronaldo menjadi contoh pemain yang sudah moncer sejak muda dan masih hebat meski kini telah berusia lebih dari 30 tahun. 

Namun, ada pula pemain yang butuh waktu lama untuk mencapai puncak kariernya. Tak jarang, pemain tersebut baru bersinar setelah berusia 30 tahun, yang dianggap sudah menjadi senjakala bagi pesepak bola. 

Para pemain tersebut mengejutkan publik sepak bola dunia karena berhasil mencapai puncak performa ketika tenaganya sudah berkurang karena tergerus usia. 

Berikut ini 10 pesepakbola yang dianggap telat bersinar, seperti dilansir Sportkeeda.  

7. Antonio Di Natale

Pemain Italia ini menyuguhkan performa terbaiknya ketika usianya tak lagi muda. Antonio Di Natale masih menjadi satu di antara top scorer Serie A sepanjang sejarah, dengan torehan 209 gol.

Catatan gol Di Natale mengungguli pemain bintang seperti Roberto Baggio, Gabriel Batistuta, dan Alessandro Del Piero. Torehan gol terbanyaknya, 29 gol, dicatatkan pada musim 2009-2010. Saat itu usianya sudah 32 tahun.

Awal-awal karier Di Natale dihabiskan dalam masa peminjaman di klub-klub kasta bawah Italia, dari klub asalnya Empoli. Saat mampu menembus tim utama Empoli, Di Natale sudah berusia 23 tahun.

Di Natale pindah ke klub Serie A, Udinese, pada musim panas 2004. Saat itu usianya 27 tahun, yang biasanya menjadi usia puncak atlet. Namun, Di Natale hanya menceploskan 11 gol dalam 41 penampilan pada musim 2004-2005. Antonio Di Natale baru benar-benar menjelma menjadi striker ganas pada ketika hampir memasuki usia 30 tahun.

Bahkan, ia masih mampu mempertahankan ketajamannya pada usia 35 tahun. Pada musim 2012-2013, dia menyumbangkan 23 gol di liga. Dua tahun berselang, saat usianya 37 tahun Di Natale masih mampu melesakkan 14 gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Karier Rickie Lambert hampir mencapai puncak pada musim panas 2014. Pada musim panas itu dia pindah dari Southampton ke Liverpool dengan banderol 4 juta pounds. Lambert pernah merumput di Liverpool saat remaja, namun dia kemudian dilepas. Pada musim panas itu, dia juga masuk jadi bagian skuat Inggris di Piala Dunia.  Hebatnya saat itu Lambert sudah tak muda lagi. Usianya sudah mencapai 32 tahun.  Sebelum mencapai titik itu, Lambert menempuh jalan berliku menuju puncak. Setelah dilepas Liverpool saat remaja, dia menjadi pemain profesional pada usia 16 tahun di Blackpool. Karier Lambert kemudian berpindah-pindah dari tim medioker ke tim kecil lainnya, seperti Macclesfield Town, Stockport County, Rochdale, dan Bristol Rovers. Baru pada musim panas 2009, setelah mencetak 29 gol untuk Bristol di League One, dia digaet Southampton. Saat itu, The Saint masih berlaga di League One juga. Tapi, Lambert dengan gemilang mengantar Southampton melejit.  Ia mencetak 117 gol dalam 235 penampilan bersama The Saint. Torehan itu mengantarnya mendapat panggilan dari Timnas Inggris pada usia 31 tahun. Setelah itu dia juga digaet lagi oleh Liverpool.  Karier Lambert di Liverpool relatif singkat dan tak begitu mengesankan. Namun, pencapaianya pada akhir kariernya layak mendapat apresiasi.   

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan