4 Kebijakan Kontroversial PSSI Sejak Iwan Bule Menjabat Ketua Umum

Mochamad Iriawan atau Iwan Bule baru lima bulan menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, kinerjanya menjadi sorotan.

Diterbitkan 25 April 2020, 17:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Mochamad Iriawan terpilih sebagai Ketua Umum PSSI untuk periode 2019-2023 setelah menang mutlak pada Kongres Pemilihan PSSI 2 November 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta. Dari sembilan calon yang maju, enam di antaranya mundur saat kongres baru dimulai.

Aven Hinelo, Yesayas Oktovianus, Fary Djemi Francis, Vijaya Fitriyasa, Benny Erwin, dan Sarman El Hakim menarik diri dari kongres pemilihan hingga menyisakan tiga kandidat yaitu Iriawan, Rahim Soekasah, dan Arif Putra Wicaksono.

Saat prosesi pemilihan, Iriawan mengantungi 82 dari 85 suara. Tiga suara lainnya dianggap tidak sah. Selama empat tahun ke depan, pria yang karib dipanggil Iwan Bule ini ditemani oleh Iwan Budianto dan Cucu Somantri sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Iwan Bule berlatar belakang pejabat kepolisian. Sebelum menjadi Ketua PSSI, mantan Kapolda Jawa Barat ini menduduki posisi sebagai Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas).

Baru lima bulan berstatus sebagai pimpinan tertinggi PSSI, kepengurusan Iwan Bule dianggap telah membuat sejumlah keputusan kontroversial yang mengundang perhatian publik. Apa saja? Bola.com mencoba merangkumnya.

Abaikan Luis Milla demi Shin Tae-yong

Iwan Bule seringkali terlibat percakapan dengan penggemar Timnas Indonesia di berbagai kesempatan. Para pendukung memintanya untuk mengembalikan Luis Milla ke posisi pelatih setelah Simon McMenemy gagal total.

Misalnya, saat Iwan Bule bertemu dengan sejumlah suporter Timnas Indonesia setelah menyaksikan pertandingan antara Timnas Indonesia U-19 melawan Korea Utara U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, 10 November 2019.

Iwan Bule menyempatkan diri berfoto bareng dengan suporter Timnas Indonesia bersama eks Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria. Setelah momen itu selesai, keduanya terlibat perbincangan dengan para pendukung. Massa meminta PSSI untuk memulangkan Luis Milla.

Ketika itu, Iwan Bule meminta Ratu Tisha mendengarkan aspirasi suporter dan menjelaskan duduk perkaranya.

Saat Simon dipecat, Iwan Bule telah merumuskan sejumlah kandidat penggantinya, termasuk Luis Milla dan mantan pelatih Timnas Korea Selatan, Shin Tae-yong. Keduanya telah dipanggil untuk melakukan presentasi kepelatihan saat Timnas Indonesia U-22 bertanding di SEA Games 2019.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah melewati fit and proper test dan melalui berbagai pertimbangan, Iwan Bule akhirnya mengabaikan Luis Milla dan memilih Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Saat melihat dan mendengarkan presentasi Luis Milla, PSSI lewat wakil ketua Cucu Somantri mengatakan bahwa pelatih asal Spanyol tersebut tidak memberikan kesan berarti. "Sebetulnya tidak ada hal yang baru ditawarkan dia karena hanya menyampaikan road map yang sudah dilakukannya. Oleh karena itu, kami menuntut padanya dan meminta garansi. Apakah sanggup untuk membuat Timnas Indonesia juara? Dia tidak memulai dari awal lagi karena sudah pernah melatih Indonesia," kata Cucu. "Kalau menurut saya program yang ditawarkannya biasa-biasa saja. Dia hanya hanya menyampaikan apa yang sudah dilakukannya dulu. Ketika ditanya demikian, dia menjawab tidak sanggup," imbuhnya.

Halaman
Show All
Muhammad Adi Yaksa, Windi Wicaksono, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan