Kiprah Alfred Riedl, Mr Runner-up bersama Timnas Indonesia

Alfred Riedl membawa Timnas Indonesia dua kali ke final Piala AFF.

Diterbitkan 21 April 2020, 21:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Ekspektasi besar muncul ketika Alfred Riedl dipilih menjadi pelatih Timnas Indonesia. Sayang, sosok asal Austria itu tidak mampu mempersembahkan gelar.

PSSI resmi menunjuk Alfred Rield sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 2010. Alfred Riedl didapuk untuk memimpin Timnas Indonesia yang akan berlaga di Piala AFF.

Harapan publik langsung membumbung tinggi terhadap Alfred Rield. Punya pengalaman belasan tahun di Asia Tenggara dianggap bisa mengakhiri rasa penasaran Timnas Indonesia di Piala AFF.

Maklum, sebelum 2010 Timnas Indonesia selalu dibuat penasaran ketika tampil di Piala AFF. Tiga kali tampil di final, tiga kali pula Tim Merah Putih gagal juara.

"Selama 18 tahun lalu saya melatih di Asia Tenggara, ada firasat yang berbeda ketika saya tiba di Indonesia," kata Alfred Riedl.

Berbekal waktu yang tak banyak, Alfred Riedl langsung mengumpulkan data pemain Timnas Indonesia dari segala penjuru Nusantara. Tujuannya untuk bisa menyaring nama-nama terbaik yang bisa dipanggil ke Timnas Indonesia.

Terbentuklah susunan 27 pemain dari berbagai klub elite untuk skuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2010. Secara materi, skuat tersebut sebenarnya sudah dipastikan layak menjadi juara karena dihuni Firman Utina, Achmad Bustomi, Irfan Bachdim, hingga Cristian Gonzales.

Berakhir Antiklimaks

Timnas Indonesia asuhan Alfred Riedl tampil menggila sejak babak penyisihan grup. Cristian Gonzales dkk melahap semua laga dengan kemenangan dan hanya kebobolan dua kali berbanding 13 membobol gawang lawan.

Tim Garuda akhirnya menuju babak semifinal dengan label juara Grup. Pada laga semifinal, Timnas Indonesia menantang Filipina.

Timnas Indonesia diberkahi keberuntungan karena memainkan dua laga tersebut di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Ketika itu, Filipina dianggap tak punya stadion yang layak untuk laga semifinal Piala AFF.

Cristian Gonzales menjadi pahlawan buat Timnas Indonesia. Pemain naturalisasi itu menjebol gawang Filipina dalam kedua laga yang berkesudahan 1-0. Berkat agregat kemenangan 2-0, Timnas Indonesia melaju ke final.

Bek Timnas Indonesia, Mohammad Nasuha, mencetak gol ke gawang Malaysia pada final Piala AFF 2010.(AFP/Bay Ismoyo)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Pada laga final, Timnas Indonesia menghadapi Malaysia. Lawan yang pada fase grup pernah dibantai dengan skor 5-1. Namun, ternyata ceritanya jauh berbeda di final. Timnas Indonesia lebih dulu bertandang ke Stadion Bukit Jalil, markas Malaysia. Ketika itu, seluruh publik terkejut karena Timnas Indonesia dibuat tak berdaya dan harus menelan kekalahan 0-3. Dengan hasil tersebut tentu perjuangan Timnas Indonesia pada leg kedua terasa berat. Akan tetapi, tak ada yang mustahil selama bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Laga berlangsung alot pada babak pertama yang membuat nihil gol. Petaka terjadi buat Timnas Indonesia pada menit ke-54. Malaysia mencetak gol melalui Safee Sali. Gol itu semakin membuat gelar Piala AFF menjauhi Timnas Indonesia. Namun, pasukan Alfred Riedl enggan menyerah. Timnas Indonesia berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 melalui gol Muhammad Nasuha (72') dan Muhammad Ridwan (87'). Akan tetapi, waktu tidak cukup sehingga kemenangan dalam laga itu sama sekali tak berarti. Trofi Piala AFF berhasil digondol Malaysia dengan kemenangan agregat 4-2. "Final Piala AFF 2010 menjadi yang paling pahit buat saya, karena ketika itu Indonesia punya tim terbaik di turnamen,” tutur Alfred Riedl.

Halaman
Show All
Zulfirdaus Harahap, Ario Yosia, Harley Ikhsan, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan