5 Pelatih Timnas Indonesia Penuh Kontroversi, Termasuk Shin Tae-yong

Selain Shin Tae-yong, sejumlah pelatih Timnas Indonesia diselimuti pro dan kontra dalam karier melatihnya bersama Tim Garuda.

Diterbitkan 19 April 2020, 07:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong beberapa kali mengkritik pedas kepada anak asuhnya. Satu di antara yang dikeluhkan juru taktik asal Korea Selatan tersebut adalah buruknya fisik pemain Tim Garuda.

Shin resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 28 Desember 2019. Mantan arsitek Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu akan menangani Tim Garuda hingga empat tahun ke depan.

Pada masa awal tugasnya, Shin Tae-yong terlihat tidak puas dengan kondisi kebugaran para pemain Indonesia, yang menurutnya di bawah standar. Ini yang menurut analisisnya membuat performa Tim Garuda memempem di pentas internasional.

"Kalau kekuatan fisik bagus, mental seorang pemain akan ikut kuat, itu yang akan saya benahi jika ingin sepak bola Indonesia bersaing di level asia dan dunia," kata pelatih berusia 49 tahun tersebut.

Dalam wawancaranya bersama PSSI, Shin Tae-yong memberi pesan kepada pemain yang ingin membela Timnas Indonesia. Ia meminta agar pemain mau berkorban apapun.

"Jika ingin menjadi pemain timnas, pertama, pemain harus berkorban untuk tim. Lalu mereka harus berjuang sekuat hati dan tenaga ketika berlaga," ujar Shin.

"Indonesia pasti akan sukses jika memiliki para pemain yang rela sepenuh hati berkorban untuk tim. Seperti mereka yang larinya selangkah lebih dari pemain lainnya, artinya bekerja lebih keras dari yang biasanya. Dengan pola pikir ini, saya percaya kita bisa sukses," tuturnya.

Selain Shin Tae-yong, sejumlah pelatih Timnas Indonesia diselimuti pro dan kontra alias perdebatan dalam karier melatih Tim Garuda. Bola.com mencoba merangkum siapa saja mereka.

Berikut ini adalah lima pelatih Timnas Indonesia yang sarat kontroversi. Kontroversial di sini tidak berarti hanya dalam konteks negatif, melainkan bisa saja aksi-aksi pelatih berikut ini jadi buah bibir berkat kiprah dalam membesut Tim Garuda.

 

Anatoli Polosin

Tiba di Indonesia pada 1989, Anatoli Polosin diberi tugas merebut kembali medali emas sepak bola yang lepas di SEA Games 1989 Kuala Lumpur. Hasilnya, pada SEA Games 1991 Manila medali emas benar-benar kembali melingkari leher para pemain Timnas Indonesia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Semua itu disebut karena metode latihan yang kontroversial. Para pemain ditempa dalam latihan fisik superberat. Bahkan sebuah laporan mencatat para pemain timnas saat itu mampu berlari sejauh empat kilometer dalam waktu 15 menit. Standar VO2Max para pemain kala itu juga mendekati rata-rata milik pemain Eropa. Tidak heran bila dengan tenaga spartan, skuat Indonesia mampu bermain konsisten selama 120 menit, 90 menit waktu normal dan 30 menit perpanjangan waktu. Adu penalti pun dilalui dengan penuh konsentrasi. Pada awal pemusatan latihan timnas, para pemain sebetulnya kaget dengan program fisik yang diberikan Anatoli Polisin bersama asistennya, Vladimir Urin dan Danurwindo. Tiga bulan lamanya pemain ditempat latihan tanpa bola, hanya berlari-lari dan terus lari. Tidak sedikit pemain yang memutuskan keluar dari pelatnas karena tidak tahan dengan latihan fisik yang diberikan pelatih. Bagaimana tidak, selalu saja ada pemain yang muntah-muntah saat menjalani latihan fisik ala Anatoli Polosin. Dari berbagai berita yang dirangkum, tujuan Polosin memberikan latihan fisik ekstrem itu tidak lain untuk menjamin taktik dan strategi berjalan sesuai rencana. Oleh karena itu dibutuhkan tenaga atau fisik yang kuat selama lebih dari 90 menit. Pada akhirnya terbukti program yang diberikan Polosin tidak keliru. Sampai sekarang pun belum ada lagi pelatih yang mampu membawa prestasi buat Timnas Indonesia. Setelah merasa tugasnya selesai, Polosin kembali ke Rusia, hampir bersamaan dengan runtuhnya Uni Soviet pada 1991. Pada 1997 Polosin meninggal dunia di Rusia dalam usia 62 tahun. Hingga sekarang, aksi penuh kontroversi Anatoli Polosin dalam membesut Timnas Indonesia masih terus dikenang.

Halaman
Show All
Ario Yosia, Aning Jati, Bogi Triyadi, Rizki HidayatTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan