5 Fakta yang Jarang Terungkap dari Rivalitas Valentino Rossi Vs Max Biaggi di MotoGP

Di ajang MotoGP, perseteruan Valentino Rossi dan Max Biaggi di lintasan balap sangat menyita perhatian mengingat keduanya rider papan atas.

Diterbitkan 18 April 2020, 19:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Fakta itu diungkapkan Rossi melalui autobiografinya yang berjudul "Andai Aku Tak Pernah Mencobanya".

"Perseteruan saya dengan Max Biaggi berawal pada tahun 2000, begitu saya naik kelas 500cc. Lebih tepatnya perseteruan saya pada trek balapan dengan Biaggi berawal pada tahun 2000. Sebenarnya, kejadiannya bermula pada tahun 1996, di paddock. Namun, sejak tahun 2000 kami bersaing sengit, pada setiap balapan yang kami ikuti," kata Rossi. 

 

2. Tak Pernah Mengobrol dan Saling Antipati

Saat keduanya terlibat perseteruan, Rossi mengakui sangat jarang berbicara dengan Max Biaggi. 

"Maksud saya, kami memang tak pernah mengobrol, sebaliknya kami biasa saling mengejek dan menjelekkan dengan cara apa pun. Saya sebenarnya tak membencinya," urai Rossi. 

"Kami memang bukan dua sahabat, namun rasa tak suka adalah dua hal berbeda, dan itu sangat mencerminkan hubungan kami berdua. Kami saling bersikap antipati." 

Rossi mengatakan awal konflik mereka "resminya" bermula pada Grand Prix Malaysia 1997. Saat itu, tahun kedua Rossi berkiprah di ajang Grand Prix. 

"Saat itu kami bertarung di Sirkuit Shah Alam, di pinggiran Kuala Lumpur. Hari Sabtunya, saya memenangi pole, Minggunya saya berhasil menang di kelas 125cc, sementara Biaggi menang di kelas 250cc. Dia sedang merintis karier dengan Honda, setelah menenangi tiga gelar juara dengan motor Aprilia, dan sedang dalam masalah dengan tim Noale, akibatnya kemenangannya menjadi berita besar di Italia. Dan media juga mulai melirik saya," kenang Rossi. 

Saat itu media menanyai Rossi apakah ingin menjadi Biaggi versi 125cc. Rossi menyadari pertanyaan itu akan memicu kontroversi, apa pun jawabannya. 

"Maaf sepertinya justru dia dialah yang bermimpi ingin menjadi Rossi dengan motor 250cc-nya," kata Rossi saat itu, memanasi situasi. 

"Para wartawan suka dengan komentar itu dan berlalu dengan berlalu dengan berita tersebut. Akibatnya terjadi perseteruan, karena Biaggi merasa tak tersinggung," sambung Rossi. 

 

 

 

3. Penyebab Perselisihan

Apa sebenarnya penyebab keduanya terlibat perseteruan yang sengit, padahal sama-sama berasal dari Italia? 

"Tak dielakkan lagi itu akibat dari cara kami mencari penghasilan, juga kenyataan adanya persaingan untuk selalu menang dalam setiap kesempatan," kata Rossi.

"Dan bisa jadi itu karena kami memiliki kepribadian berbeda dan pandangan yang tak sama dalam menilai sesuatu." 

"Bagaimana pun, saya tak setuju itu menjadi alasan kami saling membenci seperti yang diberitakan para wartawan," imbuh The Doctor.  

 

4. Rossi yang Memicu Perselisihan

Rossi dengan terus terang mengakui dirinya yang memicu perselisihan dengan Biaggi. "Kalau kalian ingin tahu siapa duluan yang mulai, saya yang kali pertama memulainya. Namun, dia lah yang tak mau menghentikannya, bahkan semakin sengit," ujar Rossi. 

"Saya memang dikenal sebagai orang yang suka berbuat onar, suka berkelahi, fisik maupun nonfisik. Peringai saya semacam itu timbul terutama karena saat mengawal karier saya di kejuaraan dunia, saya selalu memanas-manasi Biaggi." 

"Dan waktu itu Biaggi adalah pembalap yang tak terkalahkan, rajanya balap motor, sementara saya bukan apa-apa," imbuh pembalap yang identik dengan nomor 46 tersebut. 

5. Rossi Pernah Pasang Poster Biaggi di Dinding Kamar

Lucunya, meskipun berseteru sengit dengan Biaggi, Rossi pernah menyimpan poster sang rival. Bahkan memasang poster tersebut di dinding kamar. 

"Saat umur saya 14 tahun, di kamar saya terpampang poster Biaggi. Salah satu dari sekian banyak poster di kamar saya: poster Biaggi dengan Honda 250 cc-nya," kata Rossi. 

"Tak ada yang aneh sebenarnya. Dia orang Italia dan saya suka semua pembalap Italia. Selain itu, dia pembalap yang agresif dan saya selalu salut dengan pembalap-pembalap yang agresif." 

"Saya hanya mendengar wawancara dan membaca beritanya di surat kabar, semua itu menjadikan saya berpendapat berbeda tentang dirinya," imbuh Rossi. 

Sumber: Otobiografi Valentino Rossi

Disadur dari Bola.com (Yus Mei Sawitri/Yus Mei Sawitri, published 18/4/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Windi WicaksonoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan