Mengingat Lukman Niode, Rajai PON hingga Tembus Olimpiade

Mantan perenang nasional yang membela Indonesia di Olimpiade 1984, Lukman Niode, meninggal dunia, Jumat (17/4/2020) siang, pada usia 58 tahun.

Diperbarui 29 April 2020, 20:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Prestasi di Kancah Internasional

Lukman kemudian memperoleh kesempatan belajar di Amerika Serikat pada 1981, yang dibiayai KONI Pusat. Ia menimba ilmu di Cypress Hingh Scholl Los Angeles, kemudian lanjut ke Golden West College di Los Angeles. 

Perhatian dari KONI Pusat itu dibayar lunas Lukman dengan prestasi membanggakan. Lukman Niode memberikan sumbangsih untuk Indonesia di ajang SEA Games. Tampil memperkuat Tim Merah Putih pada SEA Games 1983, Lukman mempersembahkan dua medali emas.

Saat itu, dia juga memecahkan rekor nomor 100 meter gaya punggung putra. Dia mematahkan rekor Asia milik perenang Jepang, Kenji Ikeda. Lukman unggul satu detik dibanding rekor milik Ikeda.  

Setahun berselang, Lukman Niode tampil memperkuat Indonesia pada ajang Olimpiade 1948 di Los Angeles, Amerika Serikat. Lukman Niode langsung gugur pada babak penyisihan. Lukman juga pernah menjadi pemegang dua rekor nasional nomor 200 meter gaya punggung dan 100 meter gaya bebas.

Setelah pensiun sebagai perenang, Lukman Niode tak pernah jauh-jauh dari dunia olahraga. Dia menjadi anggota dari Indonesia Olympian Athlete (IOA) dan pernah ikut berperan dalam Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC) 2018 sebagai Wakil Deputi II.

Lukman juga tercatat menjabat sebagai Wakil IV Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat.

"Beliau sosok atlet yang pintar dan cerdas. Menurut beliau seorang atlet tidak boleh hanya di olahraga saja, tapi harus menyelesaikan pendidikan, kemudian berkiprah di bidang lain. Itu yang selalu beliau kampanyekan ke perenang muda. Dia selalu menyuarakan itu, bahwa atlet harus punya intelegensia," urai Richard Sam Bera, yang pernah merasakan tangan dingin Lukman Niode, menjelang SEA Games 2005. 

Belum ada keterangan resmi tentang penyebab meninggalnya Lukman Niode. Sebelumnya, Lukman dikabarkan berstatus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) COVID-19 dan menjalani perawatan di RS Pelni.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab Lukman Niode meninggal dunia. Rencananya, jenazah Lukman akan dikebumikan di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Selamat jalan pahlawan olahraga Indonesia, Lukman Niode.  

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Yus Mei Sawitri, published 17/4/2020)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan