Bermain Satu Tim, 6 Pasangan Pemain Ini Malah Saling Benci

Berikut ini sejumlah pemain yang memiliki hubungan tidak baik dengan rekan satu timnya.

Diterbitkan 16 April 2020, 18:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Sepak bola merupakan olahraga yang bisa dikatakan lebih mengutamakan kerja sama tim. Dengan kekompakan di antara pemain pastinya akan menciptakan permainan menawan serta meraih hasil maksimal.

Hal itu berarti setiap pemain dalam satu tim harus saling memiliki pengertian satu sama lain, baik saat berada di dalam maupum luar lapangan.

Beberapa pemain dikenal memiliki hubungan sangat baik antar pemain hingga dikenal dengan julukan bromance.

Pasangan pemain yang dikenal bromance sejati dalam sepak bola antara lain Dejan Lovren dan Mohamed Salah, Marcus Rashford dan Jesse Lingard, hingga Mason Mount dan Declan Rice.

Kendati demikian, ada sejumlah rekan satu tim yang justru tidak satu hati. Kondisi tersebut mungkin akan memengaruhi kekompakan saat berada di lapangan. Meski, ada pemain yang tetap bisa menjaga profesionalitasnya demi menjaga keutuhan tim.

Siapa saja pemain yang diketahui tidak memiliki hubungan baik dengan rekan satu timnya?

Berikut Bola.com akan merangkumnya, pasangan pemain rekan satu tim yang saling membenci, seperti dinukil dari Give Me Sports, Kamis (16/4/2020).

Emmanuel Frimpong dan Samir Nasri

Perseteruan bermula ketika Samir Nasri menyalahkan Emmanuel Frimpong karena mendapat kartu merah saat Arsenal keok dari Liverpool dengan skor 2-0 pada 2011. Setelah kejadian tersebut, Frimpong mengungkapkan akan selalu membenci Nasri.

"Tapi, bagi saya, kebenarannya adalah saya belum pernah menyukai Nasri dan saya tidak akan pernah menyukai orang ini. Bahkan jika dia memberi lima miliar dolar, saya masih tidak akan menyukainya," ujar Frimpong.

"Saya hanya mengatakan kepadanya, bahwa saya tidak menyukainya, saya tidak menghormatinya dan saya tidak akan pernah menghormatinya sebagai pemain profesional," tambahnya.

Oliver Khan dan Jens Lehmann

Oliver Khan dan Jens Lehmann merupakan kiper terbaik yang dimiliki Timnas Jerman pada era 2000-an. Perseteruan keduanya terjadi setelah pergantian pelatih timnas.

Kahn merupakan kiper utama saat Jerman jadi runner-up di Piala Dunia 2002. Namun, pada 2006, semua berubah sejak Jurgen Klinsmann didapuk menjadi pelatih Jerman.

Klinsmann secara bergantian memberi kesempatan pada keduanya. Namun, pada saat Piala Dunia 2006, Klinsmann lebih mempercayakan Lehmann mengisi sektor penjaga gawang. Sejak itulah hubungan keduanya memburuk.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tak hanya dengan Oliver Khan, Jens Lehmann juga memiliki hubungan tak harmonis dengan kiper sekaligus rekan satu timnya di Arsenal, Manuel Almunia. Lehmann yang lebih dulu bergabung dengan Arsenal, seolah merasa tersaingi setelah adanya Menuel Almunia. Pelatih Arsenal saat itu, Arsene Wenger, mendatangkan Almunia untuk menjadi pesaing Lehmann di bawah mistar. Awalnya persaingan keduanya baik-baik saja. Namun, semuanya berubah seiring berjalannya waktu. "Masalah bermula ketika saya sangat bersemangat dan sangat bugar untuk berlatih dengan baik. Di sisi lain, Lehmann sedang tidak dalam performa terbaiknya di Arsenal. Jadi, Arsene Wenger memutuskan untuk mengganti posisi kiper," ujar Manuel Almunia. "Namun, Lehmann menanggapinya dengan sangat buruk dan itu normal. Dia adalah penjaga gawang tim nasional, bernama besar, dan saya adalah penjaga gawang kecil dari Spanyol yang datang dan menyulitkannya. Mungkin dia berpikir, 'apa-apaan ini? Ini tidak mungkin?' Jadi ya, kami mengalami saat-saat yang sulit," tuturnya.

Halaman
Show All
Faozan Tri Nugroho, Achmad Yani Yustiawan, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan