Cerita Timnas Indonesia Nyaris Jadi Korban Bom Bunuh Diri JW Marriott di 2009

Timnas Indonesia punya kenangan buruk saat akan menghadapi Manchester United 2009 silam. Hotel tempat mereka menginap,JW Marriott dan Ritz-Carlton diserang aksi bom bunuh diri.

Diterbitkan 14 April 2020, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Timnas Indonesia punya kenangan buruk di 17 Juli 2009. Dua hotel megah di Jakarta, JW Marriott dan Ritz-Carlton saat itu diguncang bom dahsyat.

Aksi teroris yang didalangi Noordin M. Top tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 50 orang. Dua hotel tersebut dipakai menginap Timnas Indonesia dan Manchester United yang dijadwalkan akan bertanding di Stadion Gelora Bung Karno pada 20 Juli 2009.

Sontak kejadian tersebut membuat MU terkejut, begitu juga dengan publik di Indonesia. United yang ketika itu baru mendarat di Kuala Lumpur, Malaysia langsung menggelar konferensi pers, dan akhirnya membatalkan kunjungan ke Indonesia.

"Kami mendapat berita saat kami mendarat dan itu sangat mengecewakan. Saya belum pernah ke Indonesia sebelumnya dan saya tahu FA Indonesia (PSSI) telah bekerja sangat keras dalam hal ini," ujar Sir Alex Ferguson.

"Ini adalah berita yang mengerikan, tapi kami telah memutuskan apa yang saya yakini sebagai keputusan tepat dalam hal melindungi pemain kami," lanjutnya seperti dilansir The Guardians.

Akibat tragedi tersebut, MU tak pernah lagi memasukkan Indonesia dalam tur pramusim hingga kini. Alhasil, publik di Tanah Air lagi-lagi harus memendam hasrat menyaksikan Tim Setan Merah berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, setelah terakhir kali terjadi pada 1 Juni 1975.

Manchester United Asia Tour 2009 (Bola.com/Dok. ProEvent)

Buat pasukan Tim Merah-Putih kejadian bom di hotel mereka menginap menyisakan trauma yang mendalam. Timnas Indonesia (Indonesia All-stars) yang saat itu ditukangi Benny Dollo menginap JW Marriott.

Para pemain dan staf pelatih Timnas Indonesia hampir saja tewas, jika saja terlambat satu jam saja meninggalkan hotel untuk kepentingan latihan jelang laga melawan Tim Setan Merah.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Pukul 06.30 WIB para pemain sudah keluar dari Hotel Marriott tempat mereka menginap malam tadi. Kejadian ini benar-benar gila, seandainya tim masih berada di lobi," kata Manajer Timnas Indonesia, Andi Darussalam. Andi mengatakan, sebelum ledakan itu terjadi para pemain tim nasional sudah terbiasa berangkat sekitar pukul 06.00 WIB dari kamar hotel. Pada 06.30 WIB, timnas sudah meninggalkan lobi hotel untuk latihan di Lapangan ABC Senayan, sehingga mereka selamat dari musibah tersebut. Selang satu jam setelah itu, sebuah bom meledak di Hotel Marriot dan dan Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 07.47 dan 07.57 WIB. Peristiwa bom bunuh diri tiga tahun yang lalu itu menewaskan sembilan orang korban dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, termasuk warga negara asing. Selain dua bom rakitan berdaya ledak rendah tersebut, sebuah bom serupa yang tidak meledak ditemukan di kamar 1808 Hotel JW Marriott, yang ditempati sejak dua hari sebelumnya oleh tamu hotel yang diduga sebagai pelaku pengeboman. Pelaku bom di Hotel JW Marriott Jakarta dan The Ritz-Carlton menggunakan modus baru dengan menyamar sebagai tamu hotel. Dua pelaku bom bunuh diri menyewa satu kamar nomor 1808 Hotel JW Marriott. Tak ada kamar Hotel Ritz-Carlton yang disewa. Untuk meledakkan bom, pelaku berjalan menuju Ritz Carlton melalui terowongan bawah tanah. Di dalam kamar 1808 itulah pelaku merakit empat bom. Satu bom diledakkan di ruang JW Lounge Hotel Marriott, satu bom diledakkan di Restoran Erlangga Hotel Ritz-Carlton, satu bom belum meledak ditemukan di Plaza Mutiara, dan satu bom lainnya masih tersimpan di kamar 1808. Dari kamar 1808, Hotel Marriott, kedua pelaku bom keluar dengan membawa tas yang berisi bom. Pelaku yang akan meledakkan bom di Hotel Ritz-Carlton keluar terlebih dulu dari kamar 1808 itu. Pelaku yang mengenakan jas dan menggendong tas ransel serta menenteng tas kerja turun melalui lift dan menuju tunnel (terowongan bawah tanah) yang menghubungkan Marriott dan Ritz-Carlton. Sedangkan, pelaku lainnya keluar dari kamar 1808 sekitar 10 menit sesudahnya. Dengan berjas hitam, bertopi, membawa tas punggung yang dibawa di bagian dadanya dan menyeret travel bag, pria dengan postur tubuh cukup tinggi itu kemudian menuju lobi Hotel JW Marriott dan kemudian diledakkan. Para pemain Timnas Idnonesia mendengar ledakan saat menjalani sesi latihan di Lapangan ABC. "Bunyinya kecang sekali seperti petasan," kata Ponaryo Astaman, kapten Timnas Indonesia. Mereka tak berfikir ledakan tersebut berasal dari hotel mereka menginap. "Setelah itu kami lanjut latihan rutin. Sama sekali tidak berfikir kalau itu ledakan bom," ujar Benny Dollo.

Halaman
Show All
Ario Yosia, Defri Saefullah, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan