Indriyanto Nugroho, Penyerang Timnas Indonesia yang Dihargai Cuma Rp100

Indriyanto Nugroho punya julukan Mr. Cepek. Pasalnya nilai transfernya cuma Rp 100.

Diterbitkan 09 April 2020, 17:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pada 2018, Nunung jadi bagian dari tim Top Skor Indonesia meraih trofi juara kategori U-14. Berkat prestasinya itu, PSSI memberinya kesempatan menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-16 mendampingi rekannya di PSSI Primavera, Bima Sakti.

Duet Ideal Kurniawan Dwi Yulianto

Nunung memang tidak setenar Kurniawan Dwi Yulianto, duetnya di lini depan PSSI Primavera. Tapi, peran Nunung dalam membantu Kurniawan mencetak gol terbilang besar kala berkiprah di kompetisi Primavera.

"Tugas utama saya adalah berduel dengan bek lawan. Jadi tembok atau membuka ruang buat Kurniawan mencetak gol," ujar Nunung kepada Bola.com, Rabu (8/4/2020).

Berkat aksinya di kompetisi Primavera, Nunung sempat mendapat kesempatan menjalani trial di klub Swedia, Helsinborg. Ia bersama Anang Ma'ruf, Supriono, Bima Sakti dan Eko Purjianto.

"Saat itu hanya Bima yang mendapat kesempatan bergabung dengan Helsinborg," ungkap Nunung.

PSSI Primavera (Istimewa)

Kejelian dan keras Nunung di lapangan kerap menjadi perhatian khusus buat pelatih lawan. Nunung pernah merasakannya pada dua pertemuan Timnas Indonesia menghadapi Korea Selatan di Pra Olimpiade Atalanta 1996.

Pada laga pertama di Stadion Gelora Bung Karno, Nunung sempat dilarikan ke rumah sakit karena berbenturan dengan pemain Korsel. Kejadiannya tak lama setelah ia mencetak gol penyama kedudukan menjadi 1-1.

"Saya tidak ingat lagi peristiwa itu. Mungkin karena benturannya agak keras ke kepala. Saya baru sadar setelah dijenguk teman-teman di rumah sakit dan mendapat kabar Indonesia kalah 1-2," kenang Nunung.

Mendampingi Bima Sakti

Pada laga kedua di kandang lawan, Nunung juga terpaksa keluar lebih awal karena cedera.

"Seingat saya ketika itu kena sikut lawan. Setelah itu semuanya gelap," tutur Nunung.

Indonesia kalah 0-1 pada laga itu. Meski kalah penampilan PSSI Primavera tetap mendapat apresiasi. Apalagi, Korsel bermaterikan pemain berusia 21-22 tahun. Sedangkan PSSI Primavera rata-rata berusia 19 tahun.

Pengalaman bermain di level junior dan senior Timnas Indonesia jadi modal Nunung kala mendampingi Bima Sakti di Timnas Indonesia U-16.

"Mas Bima kerap meminta saya untuk membagikan ilmu buat lini depan timnas U-16. Terutama cara berduel dengan lawan yang memiliki postur yang lebih besar," kata Nunung.

Sebagai pelatih tim usia muda, Nunung berharap pemain binaannya bisa berkembang sampai ke tim senior.

"Berkali-kali saya tekankan ke pemain agar fokus mengembangkan kemampuan dan disiplin membagi waktu dengan istirahat yang cukup," pungkas Nunung mengakhiri pembicaraan.

Disadur dari Bola.com

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Thomas, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan