Tips Hilangkan Kebiasaan Menyentuh Wajah, Cegah Penularan Corona Covid-19

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) telah menginformasikan orang-orang untuk berhenti menyentuh wajah mereka.

Diterbitkan 28 Maret 2020, 14:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Cara untuk mencegah terpapar virus corona covid-19 ada berbagai macam. Mulai dari social distancing atau menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun, minimalkan menyentuh wajah, hingga meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan-makanan bergizi.  

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga dari virus corona adalah mencuci tangan. Hanya saja, virus ini dapat hidup di logam dan plastik selama berhari-hari.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) telah menginformasikan orang-orang untuk berhenti menyentuh wajah mereka. Kenapa orang sering menyentuh wajahnya?

Kimberly Barchard, ahli dalam metode penelitian, menjelaskan orang sering menyentuh wajah, menyeka mata, menggaruk hidung, menggigit kuku, dan memutar kumis mereka.

Orang-orang lebih banyak menyentuh wajah ketika mereka cemas, malu atau stres, tetapi juga ketika mereka tidak merasakan apa-apa sama sekali.

Studi menunjukkan bahwa rata-rata siswa, pekerja kantor, tenaga medis, dan orang-orang di kereta menyentuh wajah mereka antara sembilan dan 23 kali per jam.

Lantas, mengapa sangat sulit untuk berhenti? Menurut Barchard, menyentuh wajah memberi kita penghargaan dengan menghilangkan ketidaknyamanan sesaat seperti gatal dan ketegangan otot. Ketidaknyamanan ini biasanya berlalu dalam satu menit, tetapi menyentuh wajah memberikan bantuan segera yang akhirnya membuatnya menjadi kebiasaan.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Ganti Kebiasaan

Stephen Benning adalah seorang psikolog klinis yang membantu kliennya mengubah kebiasaan dan mengelola stres dengan cara yang sehat. Untuk melatih mengubah kebiasaan, Benning menyarankan untuk melakukan teknik modifikasi perilaku.

Ini yang membantu orang menghentikan berbagai perilaku yang tampaknya otomatis, seperti menggigit kuku saat gugup, dan gagap.

"Ini melatih orang untuk memperhatikan ketidaknyamanan yang mendorong kebiasaan mereka, memilih perilaku lain untuk digunakan sampai ketidaknyamanan berlalu dan mengubah lingkungan mereka untuk mengurangi ketidaknyamanan mereka," kata Benning seperti dikutip The Conversation.

Benning mengatakan seseorang mungkin telah mengubah beberapa kebiasaan lain seperti tidak berjabat tangan. Tetapi orang sering menyentuh wajah tanpa sadar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Jadi langkah pertama dalam mengurangi sentuhan-wajah adalah menyadarinya," ujarnya. Benning mengingatkan setiap kali menyentuh wajah, perhatikan bagaimana Anda menyentuh wajah, dorongan atau sensasi yang mendahuluinya dan situasi yang Anda alami - apa yang Anda lakukan, di mana Anda secara fisik atau apa yang Anda rasakan secara emosional. "Jika Anda biasanya tidak menyadari ketika menyentuh wajah Anda, Anda dapat meminta orang lain untuk mengingatkan," tegasnya.

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan