MotoGP: 9 Pembalap Hebat yang Tidak Merasakan Titel Juara Dunia

Banyak pembalap hebat MotoGP yang tidak berhasil memiliki gelar juara dunia. Siapa saja mereka?

Diterbitkan 27 Maret 2020, 10:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - MotoGP selalu memunculkan banyak pembalap hebat yang memiliki skill mumpuni. Selain itu, mereka juga punya mental baja danmampu bertarung dengan ulet.

Meski memiliki semua modal yang dibutuhkan untuk menjadi kampiuni, tak setiap pembalap hebat bisa mewujudkan ambisi menasbihkan diri jadi yang terbaik di kancah MotoGP.

Ada yang meyakini pembalap juga perlu faktor keberuntungan untuk merajai balap motor paling bergengsi di dunia tersebut. Selain itu, kekuatan rival juga menjadi faktor yang tak kalah penting. 

Salah satu contohnya adalah Max Biaggi. Pembalap asal Italia tersebut sebenarnya memiliki semua syarat untuk menjuarai pacuan gelar juara dunia MotoGP. Namun, hingga pensiun dari ajang MotoGP, Biaggi gagal meraih satu gelar pun.

Kehadiran Rossi dianggap sebagai biang penjegal ambisi Biaggi merengkuh gelar juara dunia. Jika tak bersaing dengan The Doctor, Biaggi diyakini punya peluang mencicipi titel juara dunia MotoGP. 

Selain Biaggi, siapa lagi pebalap hebat yang kurang beruntung dalam pacuan gelar juara dunia MotoGP? 

Berikut ini 9 pembalap hebat yang tak memiliki gelar juara dunia MotoGP sepanjang kariernya:

 

1. Randy Mamola

Randy Mamola merupakan pembalap andal pada era 1980-an. Sepanjang periode tersebut, Mamola membawa panji-panji Yamaha, Suzuki, Honda, dan Cagiva.

Meskipun mengoleksi 13 kemenangan Grand Prix dan 54 kali naik podium, pria Amerika Serikat itu tak pernah melampui peringkat kedua di klasemen akhir kelas utama (dulu kelas 500 cc).

Faktanya, dia menjadi runner-up sebanyak empat kali, yaitu pada 1980, 1981, 1984, dan 1987. Sepertinya Randy kurang beruntung karena membalap di periode yang sama dengan sejumlah legenda seperti Eddie Lawson, Freddie Spencer, dan Wayne Gardner.

Prestasi di Kelas 500cc: 13 kemenangan, 54 podium, 5 poles, dan 11 fastest laps.

2. Max Biaggi

Pembalap Italia, Max Biaggi, menyamai Mamola dengan koleksi 13 kemenangan di kelas premier tapi tanpa pernah mencicipi gelar juara dunia. Salah satu pembalap yang dikenal menjadi penghalang utama Biaggi dalam meraih gelar juara dunia tak lain rekan senegaranya sendiri, Valentino Rossi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Keduanya punya hubungan yang panas baik di dalam maupun luar sirkuit. Jika Rossi sudah mengoleksi tujuh gelar juara dunia MotoGP, Biaggi hanya bisa memimpikan titel tersebut hingga akhir kariernya. Sepanjang kiprahnya di ajang balap motor dunia, prestasi terbaik Biaggi adalah empat kali juara dunia di kelas 250cc (1994-1997) dan dua kali juara dunia Superbike (2010 dan 2012). Prestasi di 500cc/MotoGP: 13 kemenangan, 58 podium, 23 pole, 14 fastest lap.

Halaman
Show All
Hendry Wibowo, Bogi Triyadi, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan