Golongan Darah Ini Paling Rentan Terinfeksi Virus Corona Covid-19

Banyak macam golongan darah dan golongan darah ini termasuk yang paling rentan terinfeksi virus Corona Covid-19.

Diterbitkan 27 Maret 2020, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Maka dari itu penelitian terkait dengan jenis golongan darah yang rentan terinfeksi Corona COVID-19 masih harus dilakukan lagi, tentu saja dengan perhitungan yang benar-benar bisa mewakili presentase jumlah golongan darah secara keseluruhan.

Satu-satunya pengobatan dini yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Tingkatkan Sistem Imun Tubuh untuk Cegah Virus Corona COVID-19

Beberapa waktu lalu, New York melakukan percobaan mengenai penggunaan plasma dari pasien yang sembuh dari Corona COVID-19 dan memiliki sistem imun tinggi, yang kemudian digunakan untuk mengobati pasien Corona COVID-19 dengan kategori sakit yang sudah parah.

“Ini adalah sebuah percobaan untuk pasien dalam kondisi yang parah, tetapi Departemen Kesehatan New York tetap menjalankannya dengan perawatan kesehatan terbaik di New York,” kata Gubernur New York Andrew Mark Cuomon dikutip dari The New York Times, Kamis (26/3/2020).

Garis pertahanan pertama Tubuh untuk melawan penularan virus adalah antibodi. Antibodi ini disebut immunoglobulin M yang bertugas untuk mewaspadai adanya penyusupan virus dan bakteri dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jika sudah terinfeksi virus atau bakteri, sistem kekebalan tubuh ini akan berubah menjadi antibodi tipe kedua. Antibodi ini disebut immunoglobulin G yang bertugas mengenali dan menetralkan tipe virus tertentu.

Perbaikan yang akan dilakukan oleh setiap antibodi di dalam tubuh ini memiliki tingkatan yang berbeda-beda. Beberapa orang akan membuat antibodi yang sangat kuat terhadap infeksi. Beberapa orang yang lain akan ada yang meningkatkan respon terhadap virus yang lebih ringan. Perbaikan ini mungkin akan memakan waktu hingga satu minggu.

 

Jangka Waktu Sistem Imun Melawan Virus Corona COVID-19

Ternyata sistem imun juga memiliki jangka waktu dalam melawan infeksi virus dan bakteri. Namun solusi utama yang harus dilakukan adalah tetap meningkatkan sistem imun tubuh karena dia adalah satu-satunya kekuatan super yang dimiliki oleh tubuh manusia.

Dilansir dari The New York Times, Kamis (26/3/2020) Ahli Virologi di Universitas dari Cabang Medis Texas di Galveston Vineet D. Menachery mengatakan bahwa, Antibodi yang digunakan untuk melawan virus Corona COVID-19 ini hanya akan bertahan satu sampai tiga tahun.

Antibodi ini juga akan berlaku untuk virus baru lain yang mirip dengan Corona COVID-19, misalnya saja seperti virus SARS yang merupakan sepupu dekat Corona COVID-19 atau SARS-CoV-2.

“Kebanyakan orang yang terinfeksi virus SARS memiliki kekebalan jangka panjang yang berlangsung hingga 10 tahun,” ujarnya.

Penelitin 100 Darah

Dilansir dari The New York Times, Kamis (26/3/2020) Ahli Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Ivahn di Gunung Sinai New York mengatakan, apabila perlindungan antibodi berlangsung lebih singkat dari yang diperkirakan dan orang-orang menjadi terinfeksi ulang, kemungkinan pertarungan kedua dengan Corona COVID-19 akan jauh lebih ringan daripada yang pertama.

Bahkan apabila tubuh kita berhenti memproduksi antibodi penawar, sebagian dari sel memori kekebalan tubuh akan mengaktifkan kembali respon sistem imun secara efektif.

Para peneliti juga sempat melakukan penelitian dengan 100 darah orang yang disimpan di Bank Darah. Hasilnya salah satu dari sampel darah tersebut terinfeksi salah satu dari empat virus Corona yang diketahui hanya menyebabkan flu biasa.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri Saefullah, Fadjriah NurdiarsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan