Sukses

Ini Impian Valentino Rossi yang Gagal Terwujud

Jakarta- Valentino Rossi memiliki karier gemilang di kancah MotoGP, dengan meraih banyak gelar dan rekor. Tetapi, pembalap berjuluk The Doctor itu mengaku ada impiannya yang belum terwujud sepanjang karier gemilangnya selama dua dekade di MotoGP. 

Apa impian Valentino Rossi yang gagal direalisasikannya tersebut? Ternyata, pembalap Italia itu kecewa karena tak bisa bersaing dengan idolanya, Kevin Schwantz, di lintasan balap. 

"Saya ingin sekali membalap melawan Kevin Schwantz karena dia selalu menjadi idola saya. Sejak kecil saya melihat balapan di era kejayaan 500cc di mana banyak pembalap Amerika Serikat dan Australia," kata Rossi kepada Sky Sport 24, seperti dilansir Tuttomoriweb, Rabu (25/3/2020).

"Favorit saya selalu dia. Jadi, saya ingin menantang dia dalam balapan. Dia menunggangi Suzuki 500 dan saya Yamaha 500," imbuh Rossi. 

Sayangnya, impian Rossi tersebut tak bisa terealisasi. Saat Rossi promosi ke kelas premier Grand Prix, Kevin Schwantz sudah gantung helm. 

Alhasil, impian Valentino Rossi tersebut terpaksa dikubur rapat-rapat. Dia hanya dapat membayangkan rasanya berduel dengan Schwantz di lintasan. 

 

2 dari 3 halaman

Hangat dengan Media

Sepanjang kariernya di kelas premier balap motor dunia (500cc), Kevin Schwantz mengantongi satu gelar juara dunia. Titel tersebut diraihnya pada musim 1993. 

Kevin Schwantz juga dikenal sebagai pembalap yang punya hubungan hangat dengan media. Dia mudah bergaul dengan kalangan jurnalis, sehingga praktis mendongkrak kepopulerannya. 

Sama seperti Schwantz, Rossi juga dikenal sebagai pembalap yang akrab dengan media. Bisa dibilang The Doctor adalah seorang media darling. 

Dari sisi prestasi, Rossi tentu saja jauh melampui pembalap favoritnya. Pembalap Monster Energy Yamaha tersebut telah mengoleksi sembilan gelar di semua kelas, tujuh di antaranya di level MotoGP. 

Sumber: Tuttimoriweb

Disadur dari Bola.com (penulis Yus Mei, Published 25/3/2020)

3 dari 3 halaman

Video Valentino Rossi

Pakai Alat Ini, Lari Bisa 10 Persen Lebih Cepat
Loading
Artikel Selanjutnya
Sisi Positif Penundaan Olimpiade 2020 bagi Atlet Indonesia
Artikel Selanjutnya
Ibu Koma karena Virus Corona Covid-19, Bintang NBA Unggah Video Mengharukan