Sukses

Bhayangkara FC Belum Tunjukkan Kelas di Shopee Liga 1 2020

Jakarta Bhayangkara FC termasuk klub Shopee Liga 1 yang jor-joran beli pemain musim ini. Tak aneh kalau Bhayangkara FC mulai disebut Los Galacticos di Indonesia, sama seperti Persija Jakarta.

Dua tim asal ibu kota mempunyai kesamaan di awal musim Shopee Liga 1 2020, yaitu jor-joran di bursa transfer, tapi hasilnya belum meyakinkan.

Dua partai tandang dan satu pertandingan kandang telah dilalui Bhayangkara FC hingga sejauh ini. Merujuk dari lawan-lawan dan faktor lainnya, tim berjulukan The Guardians itu seharusnya bisa menyapu bersih kemenangan.

Pada laga pertama dan kedua, Bhayangkara FC bertandang ke markas dua klub promosi, Persiraja Banda Aceh dan Persik Kediri. Dominan sepanjang pertandingan, The Guardians hanya mampu memetik hasil imbang 0-0 dan 1-1.

Bhayangkara FC punya kesempatan besar untuk mengemas poin penuh perdana di Shopee Liga 1 ketika menjamu Persija Jakarta pada pekan ketiga. Di atas kertas, kualitas kedua klub berimbang.

Namun, The Guardians sedikit diunggulkan karena bertindak sebagai tuan rumah. Pada pertemuan terakhir pada musim lalu, Adam Alis Setyano dan kawan-kawan berhasil menghancurkan tim tamu 3-0.

The Guardian begitu impresif ketika memulai pertandingan. Herve Guy dan kawan-kawan mendominasi lini tengah. Hasilnya, Renan Silva berhasil membawa tuan rumah unggul 1-0 pada menit ke-20. Memasuki turun minum, Bhayangkara FC diyakini mampu mempertahankan atau bahkan menambah keunggulan hingga pengujung laga.

Namun, Bhayangkara FC blunder. The Guardians terlihat tidak mengantisipasi perubahan permainan tim lawan. Alhasil, gawang Awan Setho Raharjo bergetar dua kali. Skor berbalik lewat gol Otavio Dutra dan Evan Dimas sebelum gol sundulan Ezechiel N'Douassel membuat Bhayangkara FC mencatatkan hattrick imbang di Shopee Liga 1.

2 dari 4 halaman

Nama Beken Belum Maksimal

Nama-nama beken yang didatangkan Bhayangkara FC di Shopee Liga 1 belum semuanya menunjukkan performa maksimal, sebut saja Andik Vermansah. Gelandang berusia 28 tahun ini baru membukukan 89 menit bermain dengan sekali bermain sebagai starter dan sekali menjadi pengganti.

Penampilan Saddil Ramdani pun belum nyetel. Mantan winger Pahang FA di Liga Super Malaysia itu masih tanpa gol dan assist dari tiga pertandingan Bhayangkara FC.

Begitu pula Eze, panggilan Ezechiel. Bomber berusia 31 tahun itu baru pecah telur saat menghadapi Persija. Dari tiga laga, pemain asal Chad itu baru menyumbangkan satu gol.

Sebaliknya, aksi Renan Silva dan Herve Guy patut diacungi Jempol. Nama pertama adalah pemain tersubur Bhayangkara FC dengan dua gol. Adapun, sosok kedua begitu mencolok di lini tengah berkat agresivitasnya.

3 dari 4 halaman

Dianggap Kurang Beruntung

Pelatih dan pemain Bhayangkara FC, Paul Munster serta T.M. Ichsan, kompak memberi vonis timnya belum dinaungi dewi fortuna dalam tiga laga awal. Alasan itulah yang membuat The Guardians masih paceklik kemenangan.

"Banyak hal positif dari tiga laga kami. Kami fokus memperbaiki yang kurang, lalu mempertajam yang bagus. Positifnya, kami punya banyak peluang dari tiga laga," kata Munster setelah melawan Persija.

"Yang kami butuhkan itu keberuntungan. Saat melawan Persiraja, kami menciptakan banyak peluang. Ada penalti kami yang gagal. Ketika melawan Persija, kami punya banyak peluang. Namun, kami belum beruntung. Kami butuh kemenangan pertama untuk meningkatkan mental kami. Syukurnya, dari tiga laga, kami mendominasi jalannya laga dan belum terkalahkan," timpal Ichsan pada kesempatan yang sama.

4 dari 4 halaman

Video

MPL Season 5 | Road To Final - 10 APR | 12:30 WIB | E-sports
Loading
Artikel Selanjutnya
One Championship: Eko Priandono Belajar di Laga Perdana
Artikel Selanjutnya
Jadwal Live Streaming MDL Season 1 di Vidio