Sukses

Corona Covid-19 Merajalela, Serie A Kemungkinan Baru Bisa Digelar Oktober

Jakarta - Ahli epidemiologi Pierluigi Lopalco meragukan kemampuan Italia segera menggelar Serie A. Dia menyebut Negeri Pizza kemungkinan baru bisa melangsungkan pertandingan sepak bola pada Oktober. 

Hal ini berkaitan dengan wabah virus Corona yang semakin parah di Italia. Per Minggu (22/3/2020), ada 53.578 kasus dan kematian mencapai 4.825. Situasi ini tidak memungkinkan bagi Italia untuk menggelar kompetisi pada bulan Mei.

Sebelumnya, penyelenggara Serie A optimistis kompetisi bisa dilanjutkan pada 2 Mei. Namun, kondisi Italia semakin parah. Dalam 24 jam terakhir, 793 meninggal dunia.

"Kita harus memberikan informasi yang jelas. “Saya pikir tidak mungkin bagi orang banyak untuk menghadiri pertandingan sepak bola sebelum Oktober. Prediksi saya adalah bahwa tindakan pembatasan pergerakan akan berlanjut setidaknya sampai musim panas," katanya kepada La Repubblica, dikutip Football Italia.

"Mungkin dan harus ada beberapa peringanan. Jadi kita akan kembali bekerja, pergi keluar, tapi itu semua harus dilakukan dengan sangat lambat dan hati-hati," imbuhnya.

Saat ini, ada 16.020 orang yang di rumah sakit, 2.655 di antaranya berada dalam perawatan intensif. Sementara pasien yang bergejala ringan dan bahkan tidak bergejala, mengisolasi diri di rumah.

2 dari 3 halaman

Dybala dan Maldini

Virus Corona di Eropa memang semakin mengkhawatirkan. Kabar terbaru, penyerang Juventus, Paulo Dybala, dunyatakan positif. Juga legenda AC Milan, Paolo Maldini dan anaknya, Daniel.

Mantan Presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz, meninggal karena terpapar virus tersebut.

 

Disadur dari: Bola.com (Penulis: Wiwig Prayugi/Editor: Wiwig Prayugi, published 22/3/2020)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Pakai Alat Ini, Lari Bisa 10 Persen Lebih Cepat
Loading
Artikel Selanjutnya
Virus Corona Covid-19 Mereda, Petinggi Klub Sarankan Premier League Disiarkan TV Tiap Hari
Artikel Selanjutnya
PSG dan Mbappe Dapat Berkah di Balik Pandemi Corona Covid-19