4 Penyebab Barcelona Melempem di Markas Real Madrid saat El Clasico

Barcelona harus mengakui keunggulan Real Madrid dengan skor 0-2 pada laga pekan-26 La Liga 2019-2020, Senin (2/3/2020) di Santiago Barnebeu.

Diterbitkan 02 Maret 2020, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

2. Pergantian Quique Setien yang Dipertanyakan

Barcelona secara mengejutkan mengganti Ernesto Valverde dengan Quique Setien pada Januari lalu. Seperti diketahui, Setien bisa dibilang belum berpengalaman menangani klub sebesar Barcelona.

Hal itu dibuktikan dengan performa El Barca yang belum terlalu mengesankan. Setien kerap melakukan pergerakan yang kerap dipertanyakan, termasuk pada laga El Clasico.

Pada beberapa pekan terakhir, Setien kerap mempercayakan Junior Firpo mengisi sisi kiri pertahanan. Namun, pada duel kontra Los Blancos Setien justru memasang Jordi Alba.

Tak hanya itu, saat Real Madrid menguasai permainan, Setien memutuskan mengganti Arturo Vidal. Alih-alih memasukkan gelandang, Setien justru memilih Matin Braithwaite untuk merasakan laga bertajuk El Clasico itu.

Alhasil, para pemain El Barca gagal mengambil alih dominasi permainan Real Madrid yang dikomandoi Toni Kroos.

3. Real Madrid Lebih Termotivasi

Real Madrid secara mengejutkan tersingkir dari Copa del Rey dari Real Sociedad. Kondisi tersebut membuat Los Blancos hanya berpeluang merengkuh dua trofi, yakni La Liga dan Liga Champions.

Namun, langkah Real Madrid merengkuh dua gelar tersebut bisa dikatakan tidak gampang. Pekan lalu, El Real kalah dari Levante di La Liga.

Kemudian di pentas Liga Champions, Real Madrid takluk dari wakil Inggris, Manchester City. Performa buruk El Real, tampaknya menjadi pelecut Sergio Ramos dkk.

Pada laga kontra Barcelona, Real Madrid tentunya lebih termotivasi dan memiliki keinginan besar untuk menang. Para pemain El Real bermain lebih menekan dan efektif dengan tidak lama-lama menguasai bola.

Sementara, performa Barcelona justru sebaliknya. Tak ada tekad yang kuat seperti yang dilakukan para pemain tuan rumah.

4. Lionel Messi Tampil di Bawah Performa

Lionel Messi dianggap sebagai pemain terbaik dalam satu dekade terakhir. Pemain berjuluk La Pulga itu selalu tampil gemilang dalam setiap permainan bersama Barcelona.

Messi juga kerap menebar ancaman di lini pertahanan lawan. Hal itu dibuktikan dengan gelontoran empat golnya ke gawang Eibar pekan lalu.

Kemudian saat berhadapan dengan Real Madrid, Messi sering menjadi pembeda lawat gol-golnya. Namun, hal itu tak terjadi saat bertandang ke Santiago Barnebeu, Senin (2/3/2020).

Gelandang Real Madrid, Casemiro kerap menggagalkan proses serangan yang dibangun Messi. Kemudian usaha Messi mencetak gol melalui aksi solo-run juga harus dihentikan Marcelo di depan kotak penalti.

Lionel Messi bisa dikatakan tak memperlihatkan kapasitasnya saat berhadapan dengan Real Madrid semalam.

Disadur dari Bola.com (Penulis Faozan Tri Nugroho, Editor Yus Mei Sawitri, published 2/3/2020).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Faozan Tri Nugroho, Yus Mei Sawitri, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan