Benarkah Penyakit Lupus Menular Lewat Seks? Ini Faktanya

Penyebab penyakit lupus menular masih dipercaya hingga saat ini. Sejumlah orang mengira penyebab penyakit lupus menular melalui darah, seks, sentuhan, atau bahkan udara.

Diterbitkan 16 Februari 2020, 21:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Lupus merupakan penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organnya sendiri. Peradangan yang disebabkan oleh lupus bisa menyerang persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

Lupus bisa menjadi sulit didiagnosis karena gejalanya menyerupai penyakit lain. Tak sedikit orang percaya penyebab penyakit lupus menular. Benarkah penyebab penyakit lupus bisa menular?

Sejumlah orang mengira penyebab penyakit lupus menular melalui darah, seks, sentuhan, atau bahkan udara. Kurangnya pengetahuan akan fakta penyebab penyakit lupus menular membuat orang salah kaprah memahami penyakit ini. Padahal, asumsi mengenai penyebab penyakit lupus menular bisa dipatahkan melalui penjelasan medis.

Berikut fakta mengenai penyebab penyakit lupus menular yang berhasil Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (16/2/2020).

 

Mengenal Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun. Gangguan ini membuat sistem kekebalan tubuh secara keliru berbalik dan menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Sistem kekebalan melindungi tubuh dan melawan antigen, seperti virus, bakteri, dan kuman. Apa yang menyebabkan lupus masih belum diketahui.

Ketika seseorang memiliki kondisi autoimun, seperti lupus, sistem kekebalan tidak dapat membedakan antara zat yang tidak diinginkan, atau antigen, dan jaringan sehat. Akibatnya, sistem kekebalan mengarahkan antibodi pada jaringan sehat dan antigen. Ini menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kerusakan jaringan.

Lupus dapat memengaruhi berbagai sistem organ dan bagian tubuh termasuk ginjal, darah, kulit, persendian, otak, jantung, dan paru-paru.

Faktor Utama Penyebab Lupus

Genetika

Lupus terkadang menurun dari keluarga. Seseorang yang memiliki kerabat lupus tingkat pertama atau kedua akan memiliki risiko lebih tinggi terkena lupus.

Lupus dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit keluarga, tetapi mungkin ada penyakit autoimun lain dalam keluarga. Contohnya termasuk tiroiditis, anemia hemolitik, dan idiopatik trombositopenia purpura.

Lingkungan

Jika seseorang menderita lupus, faktor-faktor tertentu di sekitar dapat memicu gejala. Ini termasuk sinar ultraviolet dari matahari, infeksi seperti virus Epstein-Barr, dan paparan bahan kimia atau obat tertentu.

Merokok juga dapat menjadi salah satu faktor pemicu. Peningkatan jumlah kasus dalam beberapa dekade terakhir disebabkan oleh paparan tembakau yang lebih tinggi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Hormon Lupus jauh lebih umum dialami wanita. Para peneliti menduga hormon wanita mungkin ada hubungannya dengan penyakit ini. Hormon yang dipercaya dapat memengaruhi lupus adalah estrogen. Banyak wanita memiliki lebih banyak gejala lupus sebelum periode menstruasi atau selama kehamilan ketika produksi estrogen sedang tinggi. Namun, hubungan antara estrogen dan lupus masih memerlukan serangkaian pembuktian yang tepat.

Halaman
Show All
Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan