Sukses

Mental Jonatan Christie Jadi Sorotan Usai Kalah dari Pemain Muda India

Jakarta Indonesia tak disangka mendapatkan perlawanan berat dari India di semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2020, Sabtu (15/2/2020). Salah satunya saat Lakhsya Sen tekuk Jonatan Christie.

India bahkan sempat menyamakan kedudukan 1-1 setelah Lakshya Sen mengalahkan Jonatan Christie dengan skor 21-18, 22-20 pada pertandingan kedua.

Kekalahan ini sangat mengejutkan. Karena Lakshya merupakan pemain muda. Oleh karena itulah, Hendry Saputra, Kepala Pelatih Tunggal Putra PP PBSI mengkritik mental Jojo-sapaan akrab Jonatan yang masih payah.

"Bisa sama-sama kita lihat sendiri, tadi masalah di mentalnya. Kalau Jonatan merasakan ada beban, semua juga sama, merasakan beban. Ini jadi pelajaran baru bagi Jonatan," kata Hendry seperti rilis yang diterima Bola.com

Performa Jonatan memang tidak sesuai harapan, dari gim pertama, ia sudah tertinggal dalam perolehan angka.

Hingga pertengahan gim kedua, Jonatan Christie belum berhasil balik unggul dari pemain rangking 37 dunia tersebut.

2 dari 3 halaman

Bukan Kurang Pemanasan

Hendry juga membantah kurang pemanasan jadi faktor kekalahan Jojo. Untuk diketahui, pada pertandingan pertama, Anthony Sinisuka Ginting memang menang mudah setelah lawannya, Sai Praneeth mundur lantaran cedera.

"Tidak ada alasan, seharusnya tidak boleh seperti itu. Mau di kejuaraan apa pun, apalagi ini kejuaraan penting, harus siap, saya tidak mau ada alasan seperti itu," Hendry menuturkan.

"Kalau lihat penampilannya, Jonatan dievaluasi, kelihatan kurang tenang, kelihatan beberapa kali dari servis yang gagal," tambahnya.

Beruntung partai ketiga, pasangan senior Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses mengalahkan M.R Arjun/Dhruv Kapila. Kini Indonesia untuk sementara unggul 2-1.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ini Rekomendasi Penanganan Virus Corona COVID-19 di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Kerajinan Indonesia Jadi Incaran di Surajkund International Craft Mela 2020 India