Adama Traore, Pemain Buangan Barcelona yang Jadi Maestro Dribel Premier League

Adama Traore pernah ditawari 'murtad' jadi atlet rugby, dianggap tak akan bisa menjadi pesepak bola karena otot besarnya, bahkan dua kali membawa tim Premier League terdegradasi.

Diterbitkan 08 Januari 2020, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Wolverhampton - Winger atau pemain sayap identik dengan tubuh relatif kecil. Namun, rumus itu tak berlaku buat Adama Traore. 'Pemain buangan' Barcelona itu memiliki badan kekar, tapi tetap lincah dan punya dribel maut.

Adama Traore kini menjadi pemain idola buat suporter Wolverhampton Wanderers. Bisa jadi ada dua sebab, yakni karena otot kekar nan maskulin, dan juga performa impresifnya musim ini.

Penampilan The Wolves musim ini memang memukau. Bahkan sebenarnya, sejak dua musim belakangan tim asuhan Nuno Espirito Santo itu sudah moncer dan membuat tim besar Premier League kesusahan.

Konsistensi dalam dua musim terakhir merupakan berkat performa sejumlah pemain, satu di antaranya peran Adama Traore. Penikmat sepak bola Inggris boleh menyebut Joao Moutinho dan Raul Jimenez sebagai pemain kunci Wolves, namun Traore memiliki pengaruh tersendiri.

Winger yang pernah bermain untuk Aston Villa dan Middlesbrough ini telah melesakkan empat gol di pentas Premier League. Empat assist juga menunjukkan bahwa Traore tak pelit di kotak penalti.

Dari 20 penampilannya sejauh ini di Premier League, ia lima kali didaulat sebagai pemain terbaik. Catatan statistik itu menunjukkan betapa Adama Traore memiliki peran penting buat Wolves, dan lebih dari itu, pemain berusia 23 tahun tersebut memiliki keunikan dan jalan yang berliku sepanjang karier sepak bolanya.

Video

Pasang Surut Karier: Terbuang di Barcelona dan Dua Kali Terdegradasi

Adama Traore menghabiskan 10 tahun di skuat muda Barcelona. Ia merupakan jebolan akademi La Masia. Sayang, nasibnya tak sebaik alumnus lainnya macam Lionel Messi atau Sergi Roberto.

Barcelona tak melihat Adama Traore memiliki potensi yang cukup untuk bermain di skuat utama dan cuma bermain satu kali saja. Pada musim 2015-2016, Aston Villa merekrutnya dengan biaya 10 juta euro, cukup mahal untuk hitungan pemain muda.

Ekspektasi manajemen The Villans terhadap Traore ketika itu tak sanggup dibayar. Semusim kemudian, setelah bermain hanya 12 kali dan mencetak satu gol serta dua assist, ditambah gagal menyelamatkan timnya dari degradasi, Middlesbrough memboyongnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ketika The Boro merekrutnya dengan harga 8,5 juta euro, Adama Traore mampu bermain secara reguler. Tercatat, 27 kali ia tampil, namun ia urung mencetak gol dan cuma membuat satu assist saja. Sedihnya, Middlesbrough terdegradasi pada akhir musim. Traore tetap bertahan. Ia berhasil membawa Middlesbrough ke babak play-off Divisi Championship musim 2017-2018. Sayang, mereka gagal lolos ke Premier League. Keputusan Wolverhampton membeli Adama Traore dengan dana mencapai 20 juta euro sempat membuat suporter kecewa. Maklum, buat apa membeli pemuda 21 tahun yang berstatus pemain buangan dan membawa dua tim terdegradasi dengan harga mahal? Sisanya, sejarah yang berbicara.

Halaman
Show All
Gregah Nurikhsani, Jonathan Pandapotan Purba, Aning JatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan