Timnas Indonesia U-22 Vs Vietnam: Sejarah Dukung Pelatih Lokal Berjaya di SEA Games

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri didukung sejarah utuk berjaya di SEA Games. Sejarah mencatat hal tersebut, terulang lagi di SEA Games 2019?

Diterbitkan 10 Desember 2019, 13:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta Indra Sjafri didukung sejarah untuk sukses bersama Timnas Inndoneia U-22. Mengapa? Harapan itu mengapung tinggi saat Garuda Muda melawan Vietnam di laga puncak yang dihelat di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (10/12/2019).

Indra Sjafri, punya catatan mengilap saat menukangi timnas level junior. Pelatih kelahiran 2 Februari 1963 itu tercatat dua kali angkat piala di level persaingan Asia Tenggara.

Yang pertama di ajang Piala AFF U-19 2013 yang digelar di Sidoarjo. Saat itu, Indonesia mengalahkan tim kuat Vietnam dalam pertandingan dramatis yang berujung adu penalti, di mana tim Indonesia menang dengan skor 7-6 setelah bermain imbang 0-0 hingga perpanjangan waktu.

Di timnas satu ini Indra melahirkan banyak pemain berbakat. Dua di antaranya Evan Dimas dan Zulfiandi saat ini masuk di skuat Timnas Indonesia U-22 dengan status pemain senior.

Tak berhenti sampai di situ, Indra kembali menorehkan tinta emas dengan mengantar Timnas Indonesia U-22 menjadi juara Piala AFF U-22 2019. Mayoritas skuat besutannya saat ini mentas di SEA Games Filipina. Dalam final turnamen yang digelar di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, timnas menekuk raksasa Asia Tenggara.

Sepanjang menangani timnas level usia, paling jelek Indra meloloskan Indonesia ke semifinal, yakni pada Piala AFF U-19 edisi 2017 dan U-18 pada 2018.

Setelah puas dengan dua trofi juara, Indra berhasrat ingin naik kelas menjadi yang terbaik di  level SEA Games. Indonesia terakhir mengoleksi medali emas pada 1991 silam, yang kebetulan juga digelar di Filipina.

Sejarah panjang di SEA Games pelatih-pelatih lokal kerap unjuk gigi mengerek reputasi Timnas Indonesia di persaingan elite di kawasan Asia Tenggara satu ini. Bisakah Indra Sjafri ulangi sejarah itu dengan Timnas Indonesia U-22?

 

 

Video

Bertje Matulapelwa, The Boys of 1987

Timnas Indonesia menorehkan tinta emas pada SEA Games 1987. Sejarah baru dicatat skuat Garuda karena untuk kali pertama merebut medali emas cabang olahraga sepak bola, setelah mengalahkan musuh bebuyutan Malaysia 1-0 pada final di Stadion Utama Senayan, 20 September 1987.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

The boys of 1987 (istilah ini mengacu pada panggilan spesial buat pemain dari pelatih Bertje Matulapelwa, red), meraih juara berkat gol dramatis Ribut Waidi pada menit ke-91. Ribut membuat Stadion Utama Senayan bergemuruh. Pasalnya, sejak SEA Games digelar 1959 (kala itu bernama Southeast Asian Peninsula Games), Indonesia belum pernah jadi juara. Laga Final SEA Games 2019 Melawan Timnas Indonesia U-22 Jadi Pertaruhan Harga Diri VietnamAda Kemiripan Perjalanan 10 Tahun Silam, Sejarah Pahit Vietnam di Final SEA Games Terulang Lagi?Jurnalis Vietnam Penasaran dengan Kebiasaan Timnas Indonesia U-22 Berlatih Pagi Hari Pencapaian terbaik Indonesia hanya jadi finalis pada edisi 1979. Pada saat itu Indonesia juga bertindak sebagai tuan rumah. Namun Tim Merah-Putih kalah dari Malaysia 0-1. Kemenangan pada laga puncak SEA Games 1987 juga menjadi ajang balas dendam. Pertama kalinya Indonesia meraih medali emas sekaligus menghentikan dominasi Thailand dan membenamkan negara tetangga, Malaysia. Langkah Indonesia menuju partai final sebenarnya amat berliku. Pada fase penyisihan, Ricky Yakobi dkk. maju ke semifinal dengan status runner-up di bawah juara bertahan Thailand. Saat penyisihan, kedua tim bermain imbang 0-0. Indonesia memastikan satu tempat di empat besar setelah meraih kemenangan 2-0 atas Brunei Darussalam. Pada babak semifinal, Garuda bersua Burma (sekarang Myanmar) dan menang telak 4-1. Pada laga lain, Malaysia menghantam Thailand 2-0. Uniknya, Tim Harimau Malaya saat itu pun juga melaju ke semifinal dengan status runner-up Grup A. "Kami melangkah ke SEA Games 1987 dengan percaya diri. Persaingan sangat ketat pada waktu itu. Ada keyakinan dalam diri kami untuk meraih juara," kata Rully Nere, salah satu gelandang senior yang sudah berpengalaman di SEA Games. Menghadapi Malaysia pada laga final membuat pemain Timnas Indonesia sempat tak bisa tidur. Rivalitas kedua negara dan tuntutan meraih juara 'menghantui' para pemain. Namun, hal itu justru menjadikan mental mereka tangguh dan sukses melewati pertandingan melelahkan serta menang lewat gol pada menit akhir. Rapor Bertje Matulapelwa di SEA Games 1987 Penyisihan Grup B: Thailand Vs Brunei 3-1 Indonesia Vs Brunei 2-0 Indonesia Vs Thailand 0-0 Semifinal: Indonesia vs Myanmar (Burma) 4-1 Gol: Rully Nere (54’), Herry Kiswanto (61’), Ricky Yacob (68’), Robby Darwis (73’) Final: Indonesia vs Malaysia 1-0 Gol: Ribut Waidi (91’) Skuat Timnas Indonesia SEA Games 1987: Kiper: Ponirin Meka, I Gusti Putu YasaBelakang: Muhammad Yunus, Marzuki Nyak Mad, Robby Darwis, Jaya Hartono, Sutrisno, France Marcus Wenno Tengah: Patar Tambunan, Azhari Rangkuty, Rully Rudolf Nere, Herry Kiswanto, Tiastono Taufik Depan: Budi Wahyono, Ribut Waidi, Ricky Yakob, Nasrul Koro, Adityo Darmadi

Halaman
Show All
Ario Yosia, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan