6 Pemain Asing Paling Ikonik di Liga Indonesia Tahun 2000-an

Deretan pemain asing di Liga Indonesia yang mempunyai ciri khas yang selalu diingat para pencinta sepak bola Indonesia.

Diterbitkan 15 November 2019, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Sejak aturan pemain asing diberlakukan pada era Galatama serta Liga Indonesia musim pertama 1994-1995, ribuan pemain asing datang ke Tanah Air dan meramaikan kompetisi. 

Sepak bola Indonesia selalu menjadi daya tarik pemain-pemain asing berkarier. Selain bayaran cukup tinggi, atmosfer suporter di Indonesia juga menjadi magnet tersendiri buat para pemain asing.

Sepak bola Indonesia tampaknya dianggap menjanjikan buat sejumlah pemain asing. Para pemain impor tersebut kadang enggan kembali ke negara asal.

Sepak Indonesia memang kerap diterpa isu yang tak sedap seperti dibekukan FIFA, penunggakan gaji pemain hingga isu pengaturan skor. Tapi, kondisi tersebut tetap tak menyurutkan minat pemain asing untuk berkiprah di Liga Indonesia. Hampir setiap musim para pemain asing silih berganti datang ke Indonesia.

Beberapa pemain asing ada yang sukses dan bisa langsung beradaptasi dengan klub barunya. Namun ada juga pemain asing yang harus terdepak sebelum kompetisi berakhir.

Bahkan, karena saking lamanya berkiprah di Indonesia, ada beberapa pemain asing yang betah dan enggan kembali ke negara asalnya. Beberapa pemain asing memutuskan menjadi warga Indonesia.

Namun, ada juga pemain asing yang sudah memutuskan kembali ke negaranya tapi tetap diingat orang Indonesia. Biasaya para pemain tersebut diingat karena loyal dengan satu klub ataupun gayanya saat bermain bola.

Terutama para pemain asing era 2000-an. Berikut Bola.com merangkum dari berbagai sumber, beberapa pemain asing Liga Indonesia yang ikonik pada era 2000-an.

Julio Lopez

Julio Lopez kali pertama menginjakan kakinya di Indonesia saat membela PSIS Semarang pada 2003. Namun, saat itu ia hanya bertahan selama satu musim bersama Mahesa Jenar.

Setelah itu ia bermain untuk Persib Bandung sebelum memutuskan pergi dari Indonesia. Saat membela Tim Maung Bandung ia sempat bikin heboh dengan masuk studio rekaman.

J-Lo sempat mengisi album kompilasi keluaran Viking. Bersama penyanyi asal Kota Kembang, Conny Dio, ia melantunkan lagu berjudul Persib Nu Aing, yang selalu diputar saat Persib bermain di Stadion Siliwangi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Hengkang dari Bandung dan Indonesia tiga tahun kemudian pemain yang akrab disapa J-Lo itu kembali ke Indonesia dan berkostum PSIS Semarang. Meskipun bermain untuk banyak klub di Indonesia, Julio Lopez dikenal ikonik pemain PSIS Semarang. Saat berseragam PSIS, J-Lo mencatatkan 51 penampilan dengan mengemas 36 gol. Raihan tersebut merupakan yang terbanyak dicatatkan Julio Lopez ketimbang saat membela klub lain di Indonesia.

Halaman
Show All
Faozan Tri Nugroho, Jonathan Pandapotan Purba, Ario Yosia, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan