6 Pemain Mengejutkan yang Pernah Jadi Kandidat Peraih Ballon d'Or

Dari masa ke masa, selalu ada pemain yang tak disangka-sangka masuk daftar kandidat Ballon d'Or. Siapa saja mereka?

Diterbitkan 24 Oktober 2019, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Harry Kewell (2001)

Harry Kewell membuat kejutan ketika namanya masuk daftar kandidat peraih Ballon d'Or pada 2001. Namanya mencuat berkat kontribusi besarnya membawa Leeds United mencapai semifinal Liga Champions tahun itu. Selain dia, ada juga rekan setimnya, Rio Ferdinand.  

Tentu saja tahun itu Kewell tidak menang. Kelanjutan kariernya juga kurang bersinar. Jika Ferdinand berkembang setelah pindah ke Manchester United, Kewell malah kesulitan di Liverpool. Dia kerap dihantam cedera dan bermasalah dengan kepercayaan diri. 

 

4. John Jensen (1992)

John Jensen merupakan pemain yang bersinar pada Piala Eropa 1992, tapi kemudian kehilangan sentuhan emasnya ketika gabung ke klub raksasa Premier League, Arsenal. 

Gelandang Denmark tersebut butuh waktu sangat lama membukukan gol pertamanya untuk Arsenal, tepatnya setelah 98 laga. 

Padahal setelah mengantar Denmark menjuarai Piala Eropa 1992, Jensen digadang-gadang menjadi gelandang masa depan bermasa depan cerah. Dia juga masuk daftar kandidat peraih Ballon d'Or. Saat itu, dia memperoleh tiga suara, sam dengan Paolo Maldini. 

 

5. Gennaro Gattuso (2006)

Di atas kertas munculnya nama Gennaro Gattuso pada daftar kandidat peraih Ballon d'Or 2006 memang mengagetkan, meskipun tidak aneh. Dia baru saja menjuarai Piala Dunia bersama Timnas Italia, sedang menikmati karier yang mulus bersama AC Milan, serta setahun berselang merengkuh trofi Liga Champions. 

Namun, jika patokannya teknik permainan, Gattuso sebenarnya bukan pemain yang dianugerahi talenta alamiah, seperti Zinedine Zidane misalnya.

Dia malah terkenal sebagai pemain yang kerap tersulut emosi dan sangat agresif. Jadi, ketika namanya muncul sebagai kandidat peraih Ballon d'Or publik cukup terkejut. 

 

6. Adrian Mutu (2003)

Saat nama Adrian Mutu masuk kandidat peraih Ballon d'Or pada 2003, hanya sedikit orang yang mempertanyakan. Saat itu, di Parma dia sedang bersinar. Mutu menjadi striker mematikan bersama partnernya di lini depan Parma, Adriano.

Setelah itu, performa awalnya di Chelsea juga mengesankan, dengan melesakkan empat gol dalam tiga pertandingan. 

Namun, kehebatan Mutu perlahan memudar setelah tertimpa beberapa masalah. Dia pernah gagal pada tes dopping dan kena sanksi selama lebih dari satu tahun, kemudian dipecat dari Chelsea pada 2004. 

Meskipun pernah masuk daftar Ballon d'Or, Mutu akan lebih dikenang karena kontroversinya. 

Disadur dari Bola.com (Penulis Yus Mei Sawitri, Published 23/10/2019) 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan