Bersinar di Liga Champions, 8 Pemain Ini Kemudian Menghilang Begitu Saja

Liga Champions merupakan panggung bagi pemain untuk naik kelas. Kiprah mereka mendapat perhatian besar, bahkan dari luar Benua Biru.

Diterbitkan 22 Oktober 2019, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Seorang pesepak bola tentu ingin dikenal dan menjadi sotoran besar media. Karena itu, tampil gemilang di kompetisi paling elite Eropa, Liga Champions, adalah salah satu caranya. 

Liga Champions merupakan panggung yang menyediakan kesempatan emas bagi pemain untuk naik kelas. Kiprah mereka bakal mendapat perhatian besar, bahkan dari luar Benua Biru. 

Salah satu pemain yang pernah bersinar di Liga Champions adalah Carlos Alberto ketika memperkuat FC Porto. Dia pernah diplot oleh pelatih Porto saat itu, Jose Mourinho, sebagai second striker di belakang Derlei atau Benni McCarthy.

Alberto selalu dimainkan pada setiap laga dalam perjalanan FC Porto menuju final Liga Champions 2004. Saat itu dia baru berusia 19 tahun. Namanya menjadi buah bibir ketika mencetak gol pada final melawan Monaco. 

Saat itu, karier Alberto tampaknya bakal cerah. Namun, ego besarnya menjadi penghalang menuju kesuksesan. Setelah bertengkar dengan pengganti Mourinho di Porto, Victor Fernandez, si pemain kembali ke Brasil pada 2005 untuk gabung Corinthians. 

Dia kemudian bertengkar dengan manajer Corinthians, Emerson Leao, dan didepak ke Fluminense. Setelah itu kariernya tak pernah sampai pada level tinggi lagi. 

Siapa lagi pemain yang pernah bersinar di Liga Champions, tapi kemudian menghilang begitu saja. Berikut 10 di antaranya, salah satunya Michalis Konstantinou saat memperkuat Panathinaikos seperti dilansir Four Four Two.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp10 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

1. Juan Sanchez (Valencia 2000-2001)

Kontribusi terbesar Juan Sanchez bagi Valencia tersaji pada leg kedua semifinal Liga Champions 2000-2001 melawan Leeds United. Saat laga masih imbang 0-0 di Elland Road, Sanchez memecah kebuntuan pada menit ke-16 dengan cara kontroversial.

Pemain Spanyol itu menerima umpan Gaizka Mendeita untuk menjebol gawang Leeds. Para pemain Leeds protes karena merasa Sanchez handball. Gol tetap disahkan meskipun para pemain Leeds memprotes.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Sanchez kemudian kembali menjebol jala Leeds dengan tendangan kaki kiri dari jarak dekat. Valencia akhirnya menang 3-0, tapi Sanchez tak dimainkan pada laga final. Setelah itu, dia makin dipinggirkan dari tim. Sanchez akhirnya pindah ke Celta Vigo pada 2004, dan pensiun pada usia 34 tahun.

Halaman
Show All
Yus Mei Sawitri, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan