Sukses

Munchen Bantai Tottenham 7-2, Hugo Lloris Merasa Bersalah dengan Fans

London- Kiper Tottenham Hotspur, Hugo Lloris merasa bersalah dengan fans usai kekalahan 2-7 dari dari Bayern Munchen dalam lanjutan penyisihan Liga Champions yang digelar London Stadium, Rabu (2/10/2019) dini hari WIB. Tak hanya dia, bek Spurs, Jan Vertonghen disebutnya juga amat terpukul dengan kekalahan ini.

Serge Gnabry mencetak empat gol dan Robert Lewandowski (2) ketika Spurs benar-benar terkapar di depan pendukung sendiri. Hasil negatif yang tak pernah mereka bayangkan.

Kekalahan dengan margin lima gol adalah yang terbesar di kandang yang pernah dialami tim Inggris dalam persaingan level Eropa. Tim asuhan Mauricio Pochettino terjebak ke kegelapan empat bulan dari penampilan mereka usai sukses menembus final Liga Champions musim lalu.

Tottenham Hotspur hanya memenangkan tiga dari 10 pertandingan di semua kompetisi sejak laga final melawan Liverpool bulan Juni silam di Madrid.

Penyerang Korea Selatan, Son Heung-min sempat memberi mereka keunggulan awal melawan Bayern, namun selanjutnya Tottenham Hotspur dipaksa tertunduk lesu menghadapi hujan gol yang dibuat Bavarian.

Spekulasi ketidakharmonisan di dalam skuad.

"Saya tidak berpikir level kedua tim jauh seperti apa yang skor pertandingan, tetapi kami harus menerima bahwa mereka jauh lebih baik daripada kami," kata Lloris kepada wartawan.

"Saya merasa sangat buruk bagi para penggemar terutama karena kami menyerah terlalu mudah dan skornya bahkan lebih buruk. Ini malam yang sangat mempengaruhi kita. Sekarang ke depan kami perlu memikirkan karakter serta menjernihkan pikiran," ujar Lloris.

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

2 dari 3 halaman

Pochettino Gusar

Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, mengatakan kalau ia tidak memiliki banyak alasan setelah timnya kalah 2-7 dari Bayern Munchen pada Matchday-2 Liga Champions. Pochettino menjelaskan secara sederhana kalau Bayern Munchen tampil lebih baik dari Tottenham Hotspur.

Kekalahan dengan selisih lima gol menggambarkan kalau Tottenham tidak memberikan perlawanan kepada Bayern Munchen. Padahal, Bayern Munchen unggul cepat melalui gol yang dicetak Son Heung-min.

Namun, Pochettino mengakui kalau Bayern Munchen tampil lebih efektif dari timnya.

“Saya tak memiliki banyak alasan untuk menjelaskan hasil dari laga tersebut,” ujar Pochettino seperti yang dilansir Express.

“Kami bermain dengan baik pada 30 menit pertama. Kami bisa menekan Bayern Munchen. Namun, kami tidak beruntung karena kebobolan pada akhir babak pertama.”

“Bayern Munchen sangat efektif. Setelah kami mencetak gol melalui penalti, mereka bisa menambah gol sebanyak tiga antara menit ke-83 dan ke-88.”

“Hal seperti biasa terjadi di sepak bola. Kami sangat kecewa, namun harus tetap bersama untuk bangkit. Kami harus menunjukkan kekuatan mental,” ungkap Pochettino.

Kekalahan dari Bayern Munchen membuat Tottenham Hotspur baru mengumpulkan satu poin dari dua laga Grup B Liga Champions yang sudah dijalani. Sebelumnya, The Lilywhites bermain imbang dengan Olympiakos Piraeus.

 

3 dari 3 halaman

Curhat Jan Vertonghen

Jan Vertonghen melontarkan kegusarannya usai laga.

"Semua orang malu," kata bek itu.

"Saya merasa sangat terluka. Ini memalukan. Ini hasil yang sangat buruk." timpal pemain asal Belgia itu.

Ia merasa tak punya alasan untuk membela diri usai kekalahan 2-7 dari Tottenham Hotspur.

"Tidak pernah ada penjelasan untuk skor seperti ini, tetapi mereka menghukum kami dengan setiap kesalahan yang kami buat. Kami mengecewakan para pemain dan semua orang di klub dengan hasil ini."

Sumber: Sportskeeda, Express

 

Disadur dari Bola.com (Ario Yosia, published 3/10/2019)

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Lothar Matthaus Tak Sabar Tularkan Atmosfer Bundesliga di Jakarta
Artikel Selanjutnya
7 Foto VAR Offside yang Hanya Selisih Beberapa Sentimeter