Konsistensi dan Antonio Conte, Kunci Inter Milan Akhiri Dominasi Juventus di Serie A

Inter Milan sudah paceklik gelar dalam 10 musim. Antonio Conte diharapkan bisa mengakhiri penantian lama Inter itu pada musim ini.

Diterbitkan 26 September 2019, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan sedang menyongsong era dan harapan baru dengan Antonio Conte. Datang dengan asal usul kontroversial, karena eks gelandang Juventus, Conte tetaplah profesional saat bekerja dengan Inter Milan.

Pelatih asal Italia ini tampil cukup menjanjikan dengan Inter Milan. Hingga pekan kelima serie A, Inter Milan belum merasakan kekalahan; rekornya 5 kemenangan beruntun tak satupun hasil imbang.

Ini awal yang menjanjikan buat Conte dan Inter Milan. Terakhir I Nerazuri jungkalkan Lazio dengan skor tipis 1-0. Kemenangan ini antarkan Inter Milan mantap di puncak klasemen serie A.

Inter Milan sudah mengoleksi 15 poin. Klub sekota AC Milan ini juga produktif dan tangguh dalam bertahan. Statistik memperlihatkan itu lewat torehan 10 gol dan hanya sekali kebobolan.

Memang, kompetisi masih panjang. Namun Inter Milan kini bisa menjaga asa untuk akhiri dominasi Juventus yang sudah terlalu berkuasa di serie A. Klub asal Turin itu sudah jadi juara serie A delapan kali beruntun!

Juventus seakan tak tersentuh sejak Conte menjadi pelatih mantan klubnya 2010 lalu. Hegemoni diteruskan oleh Massimilliano Allegri yang akhirnya memberi gelar ke delapan beruntun sekaligus jadi gelar terakhirnya di Juventus musim lalu.

Striker Inter Milan, Lautaro Martinez, berusaha melewati bek AC Milan, Mateo Musacchio, pada laga Serie A di Stadion San Siro, Milan, Sabtu (21/9). Milan kalah 0-2 dari Inter. (AFP/Miguel Medina)

Conte lah yang jadi sosok harapan untuk melakukan misi itu untuk Inter Milan. Pujian tak hanya diberikan kawan, tapi lawan pun memuji kapasitas Conte sebagai manajer jempolan.

"Kami memenangi dua kunjungan terakhir ke Giuseppe Meazza, tapi ini Inter Milan yang sangat berbeda musim ini. Ada pelatih dan pemain baru," ujar Sergej Milinkovic-Savic seperti dikutip dari Sportsmole.

Berkat kemenangan itu, seperti dilansir Opta, Conte menjadi manajer pertama yang bisa mencatatkan lima kemenangan beruntun untuk Inter Milan di awal musim. Meski rentetan kemenangan beruntun terlama masih dipegang pada musim 2006-2007 lalu (15 kemenangan beruntun).

 

 

Konsistensi

Conte tentu tak bisa berpuas diri. Jalannya untuk mencapai juara serie A sangat panjang.

Publik serie A tentu masih ingat saat Inter Milan berhasil tak terkalahkan di 10 laga pada musim 2017-2018. Kala itu, Inter ditangani Luciano Spalletti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kencang di awal, Inter Milan mulai kedodoran di pertengahan musim. Mereka mengakhiri musim di posisi empat, sama seperti yang ditorehkan musim lalu. Meski masuk zona Liga Champions, tapi klub sebesar Inter Milan butuh gelar juara. Titel ini tak pernah lagi dimenangkan Inter Milan sejak musim 2010-2011, tepatnya saat Conte mulai melatih Juventus. Kini, Conte yang sempat membuat marah fans Juventus karena pindah ke Inter Milan, diharapkan bisa membawa Nerazuri ke posisi puncak. Sama dengan yang dilakukannya saat menghentikan dominasi Inter Milan 10 musim lalu. Modal untuk melakukan itu dimiliki Inter Milan. Diantaranya yaitu punya striker yang mumpuni: Romelu Lukaku. Striker asal Belgia ini sudah membuktikan kualitasnya dengan mencetak 3 gol dari 5 pertandingan yang sudah dilalui Inter Milan. Selain itu, dia juga punya sederet pemain pengalaman yang diboyong secara gratis seperti Diego Godin, bek tengah yang tangguh dari Atletico Madrid. "Saya puas dengan skuat yang saya miliki," kata Conte sehari menjelang lawan Lazio lalu. Conte dikenal sebagai pelatih berdarah dingin. Dia pantang melihat pemain berdasarkan status bintang. Ini juga terjadi kepada Alexis Sanchez yang dipinjam dari MU. Conte ogah menjanjikannya sebagai starter. "Sejauh ini, saya belum melihatnya siap untuk main bersama Inter Milan," ujar Sanchez yang baru main 10 menit untuk Inter Milan.

Halaman
Show All
Defri Saefullah, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan