Atlet Karate Jadi Korban, Kemenpora dan PB FORKI Diminta Netral soal Sengketa Lemkari

Lembaga Karate-do Indonesia (Lemkari) sedang alami dualisme kepengurusan yang merembet hingga mengorbankan atlet-atlet yang akan bertanding.

Diterbitkan 12 September 2019, 21:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Sebagai induk PB FORKI jangan diam saja.Pada 16 Juni 2019, kami sudah mengirimkan surat ke PB FORKI yang isinya meminta audiensi guna mencari solusi. Tetapi sampai hari ini tidak ada respon dan jawaban sama sekali."

Diskriminasi

Jeannie menyatakan dugaannya bahwa PB FORKI terkesan memihak kepada kubu Yuddy Chrisnandi bukan tanpa dasar. Fakta terbaru, para atlet binaannya ditolak saat hendak mendaftar sebagai peserta kejuaraan karate tingkat nasional Panglima Cup 2019.

"Sekarang atlet-atlet kita yang mau ikut Panglima Cup ditolak. Yang diterima atlet-atlet dari pihak Yuddy. Kita belum tahu alasan resminya. Kasihan atlet. Mereka datang dari jauh loh, ada yang dari Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Mendatangkan mereka kan perlu biaya. Belum lagi betapa kecewanya mereka karena tidak bisa bertanding," katanya.

Jeannie menyesalkan sikap Panitia Penyelenggara yang telah berlaku diskriminatif kepada atlet. "Yang bersengketa kan elite pengurus. Jangan mengorbankan atlet. Tujuan kita kan membina atlet."

Meski mengaku sangat kecewa, namun Jeannie berharap PB FORKI dapat bersikap bijak dan tegas dalam menyikapi persoalan organisasi yang membelit Lemkari.

"Sebagai payung dari perguruan karate PB FORKI harus bijak. Kalau mau dibanned, banned dua-duanya. Kalau mau diterima, terima dua-duanya," ujarnya.

Sayangkan Sikap Menpora

Jeannie juga menyayangkan sikap Menpora Imam Nahrawi yang mendukung kejurnas Lemkari yang digelar di GOR Popki Cibubur. Mereka sudah menjelaskan kondisi Lemkari sejelas-jelasnya.

"Padahal sudah diterangkan secara gamblang dan jelas oleh Sekum kami Dr.Rosi Nurasjati kepada Menpora pada saat diterima di rumah kediamannya beberapa waktu lalu. Bahkan menurut Sekum kami, Pak Menpora sangat memahami bahwa organisasi sedang dalam kasus hukum, tapi kok aneh malah melanggar ucapannya sendiri," katanya.

"Ada apa dengan Menpora??Setahu saya dalam aturan di Kemenpora sendiri ada kok bahwa organisasi olahraga yang sedang bersengketa tidak boleh diberikan dukungan apapun.Malah yang lebih lucu lagi Asdep Industri Olahraga memberikan Surat Rekomendasi atas Penyelenggaraan Kejurnas Karate Piala Menpora."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan