3 Klub Top Eropa yang Lakukan Bisnis Terburuk di Jendela Transfer

Setidaknya ada tiga klub yang memiliki bisnis terburuk selama bursa transfer musim panas. Ini dinilai dari uang yang dihabiskan, dan keberhasilan menjual pemain.

Diterbitkan 04 September 2019, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Real Madrid membuat terobosan besar di pasar, dengan mendatangkan lima pemain baru sebelum pertengahan Juli. Tapi, di sisi lain secara eksplisit Zidane berkeinginan untuk melihat beberapa pemain, terutama Gareth Bale, meninggalkan klub.

Namun, presiden klub Florentino Perez selalu menjadi penggemar mantan pemain Tottenham itu. Kegagalan Real Madrid untuk menurunkan pemain termasuk Bale dan Rodriguez memiliki konsekuensi lain, karena klub gagal dalam mengejar target kunci lain yaitu Paul Pogba, gara-gara tidak ada dana.

Juventus

Juventus melakukan salah satu kudeta utama musim panas dengan merekrut Matthijs de Ligt. Pemain in sangat diminati hampir setiap klub top Eropa lainnya.

Namun, pembelian pemain internasional Belanda senilai 75 juta euro itu agak pahit, dengan berita tentang potensi cedera Giorgio Chiellini. Pasalnya, pemain 19 tahun ini, masih memiliki banyak hal untuk diperbaiki.

De Ligt tidak memiliki ketenangan seperti yang dilakukan kapten Juventus, dan itu dibuktikan dengan kesalahannya dalam pertandingan melawan Napoli.

Di lini depan, Moise Kean, yang merupakan salah satu talenta paling cemerlang di Italia diizinkan untuk pergi. Dan, fakta bahwa Juventus menjualnya ke Everton dengan jumlah kecil 32 juta euro dinilai cukup membingungkan.

Remaja itu dibiarkan pergi dengan harapan bahwa raksasa Turin ini bisa mendapatkan striker dengan nama besar. Tapi pengejaran mereka terhadap Romelu Lukaku gagal setelah Paulo Dybala dikabarkan memilih untuk tidak pergi ke klub lain.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan