3 Alasan Dominasi Barcelona di La Liga Bakal Dihentikan Madrid

Pendukung Barcelona wajib cemas melihat pergerakan agresif Real Madrid di bursa transfer.

Diterbitkan 21 Juni 2019, 18:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Zinedine Zidane memimpin proyek besar. Dia harus mengembalikan kekuatan Madrid sebagai salah satu raksasa Eropa. Setelah musim 2018/19 yang buruk, Zidane tahu Madrid memerlukan banyak perubahan.

Lima pemain itu tidak mudah didapatkan begitu saja. Menurut transfermakrt, Madrid harus mengeluarkan 45 juta euro untuk Rodrygo, 48 juta euro untuk Mendy, 50 juta euro untuk Militao, 60 juta euro untuk Jovic, dan 100 juta euro untuk Hazard. Total, Madrid sibuk dengan total 303 juta euro.

Transfer itu belum cukup, kabarnya Zidane masih bersikeras mendatangkan Paul Pogba, Galactico lainnya. Dia meminta pihak klub bekerja keras merayu Manchester United untuk melepaskan gelandang Prancis itu.

Jika Pogba datang bisa dibayangkan kekuatan Real Madrid akan seperti apa?

Generasi Emas La Masia Satu Per Satu Pergi

Tak bisa dimungkiri, superioritas Barcelona satu dekade terakhir karena mereka memiliki Generasi Emas La Masia. Kombinasi di antara mereka sulit ditandingi tim lain, termasuk Real Madrid.

Ditemba bersama sejak level junior serta diperkuat pondasi filosofi style bermain Tiki-taka secara turun menurun membuat Barcelona jadi tim yang punya jati diri yang kuat.

Hal itu tak dimiliki Real Madrid, yang skuatnya disesaki banyak pemain dengan backround berbeda.

Tapi masa-masa indah La Masia sudah berakhir. Satu per satu pemain yang jadi bagian generasi emas La Masia telah pergi pindah ke klub lain atau gantung sepatu karena faktor usia.

Tak ada kuartet gelandang Andres Iniesta dan Xavier Hernandez, Sergio Busquets, yang selama ini jadi mesin permainan Barcelona. Busquets satu-satunya gelandang jebolan La Masia yang tersisa di klub.

Total hanya tiga figur generasi emas La Masia yang tersisa di tim, yakni: Lionel Messi, Sergio Busquets, Gerrard Pique. Sisanya, skuat Barcelona dihuni pemain-pemain dengan didikan berbeda dari bermacam latar belakang.

Repotnya regenerasi La Masia stagnan. Tak ada lagi pemain ajaib macam Lionel Messi muncul. Sebagai gantinya Barcelona mendatangkan, Ivan Rakitic, Luis Suarez, Philippe Coutinho.

Mereka pemain hebat yang bisa menjaga stabilitas performa tim di level domestik. Hanya saja Barcelona tidak bisa terus menerus mengandalkan pemain yang sama untuk bisa menciptakan sulap.

Kegagalan Barcelona menjadi juara Liga Champions dua musim terakhir, sekalipun mereka banyak dijagokan pengamat, menunjukkan kalau Barcelona bukan lagi tim yang ada di planet berbeda. Mereka sama seperti tim lain yang punya kerapuhan.

 

 

 

Strategi Ernesto Valverde Mudah Terbaca

Saat didatangkan pada tahun 2017, banyak pihak meragukan kapasitas, Ernesto Valverde. Bukan soal potensi berprestasinya, tapi apakah Valverde bisa menjaga tradisi permainan Tiki-taka.

Saat aktif bermain, Valverde pernah berkiprah di Barcelona, namun ia sejatinya tidak pernah paham filosofi Tiki-taka yang dianut turun menurun di La Masia.

Dan benar saja, dua musim terakhir Barcelona bermain dengan gaya berbeda di tangan Ernesto Valverde. The Catalan bukan lagi yang doyan menggeber permainan ofensif tiada henti sepanjang laga.

Barcelona era Valverde lebih pragmatis dan cenderung defensif. Ia merubah pakem dasar 4-3-3 menjadi 3-5-2. 

Sekalipun sukses mempersembahkan dua gelar La Liga, kritikan buat sang mentor tetap kencang bermunculan. Puncaknya saat ia gagal di dua semifinal Liga Champions terakhir.

Musim lalu Barcelona dipermalukan Liverpool dengan skor kekalahan telak 4-0, setelah sebelumnya sempat menang 3-0 di Camp Nou. Strategi Ernesto Valverde dianggap monoton gampang ditebak. Beda dengan Pep Guardiola yang dikenal dinamis dalam berstrategi.

Musim ini Ernesto Valverde bakal dibuat kelabakan menghadapi Zinedine Zidane yang tengah membuat revolusi di Real Madrid.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ario Yosia, Jonathan Pandapotan PurbaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan
  • La Liga adalah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga merupakan sebuah liga sepak bola divisi tertinggi yang ada di Spanyol.
    La Liga
  • Barcelona adalah salah satu klub besar dunia yang bermain di La Liga Spanyol
    FC Barcelona adalah klub sepak bola Spanyol yang dikenal dengan dominasinya di kompetisi domestik dan Eropa, serta memiliki sejarah panjang dalam pengembangan talenta muda dan strategi transfer yang dinamis.
    Barcelona
  • Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid adalah klub besar sepak bola asal Spanyol yang bermain dalam La Liga
    Real Madrid
  • Trivia Spanyol