Sukses

Live Report:PENGUMUMAN KABINET JOKOWI JILID II

Spanyol vs Swedia, Malam Spesial bagi Sergio Ramos

Liputan6.com, Madrid - Duel Spanyol melawan Swedia pada kualifikasi Piala Eropa 2020, Senin malam waktu setempat atau Selasa (11/6/2019) dini hari WIB menjadi malam yang spesial bagi Sergio Ramos. Bek Timnas Spanyol itu menjadi pemain dengan rekor kemenangan terbanyak: 123 kali.

Ini menjadikan Sergio Ramos menjadi pemain yang paling banyak menang di Timnas Spanyol.Torehan rekor itu sudah diraihnya saat Spanyol menang 4-1 atas Kepulauan Faroe. Ditambah kemenangan melawan Swedia, kini Ramos sudah ungguli Iker Casillas yang sebelumnya memegang rekor 121 kemenangan. 

Sebelum pertandingan melawan Swedia, Presiden RFEF, Luis Rubiales memberikan Ramos plakat khusus untuk keberhasilannya bisa meraih 122 kemenangan bersama Spanyol. Jumlah kemenangan ini bakal terus bertambah termasuk saat menang lawan Swedia.

Untuk urusan jumlah penampilan, Sergio Ramos juga makin mendekati torehan Iker Casillas. Bek Real Madrid itu menorehkan penampilan ke-165 bersama La Roja atau hanya terpaut dua kali penampilan dari Iker Casillas.

Rekor ini sepertinya bisa pecah kalau Sergio Ramos dimainkan lawan Norwegia pada Oktober nanti.

 

 

2 dari 3 halaman

Produktif

Tak hanya itu, Sergio Ramos kini juga tercatat sebagai pemain produktif di Spanyol. Lawan Swedia, dia genap mencetak 20 gol untuk Spanyol.

Bahkan untuk saat ini, Ramos menjadi pemain paling produktif di Spanyol. Dia mencetak 7 gol dari delapan kali penampilan terakhirnya bersama Spanyol.

Dengan torehan itu, Ramos kini samai jumlah gol Telmo Zarra. Dia menjadi pencetak gol terbanyak ke-11 di Spanyol.

Untuk urusan penalti, itu juga menjadi gol lewat titik penaltinya yang ke-11 bersama Spanyol. Ramos jarang meleset saat melakukan itu bersama Spanyol termasuk melakukannya dengan gaya panenka.

3 dari 3 halaman

Berbaik Hati

Ramos sebenarnya berpeluang untuk menambah gol saat melawan Swedia. Soalnya, Spanyol mendapatkan penalti kedua pada menit ke-85.

Namun Ramos memberikan kesempatan untuk tendang penalti kepada Alvaro Morata. Rupanya dia ingin bantu Morata angkat kepercayaan dirinya.

"Pada akhirnya, seorang striker itu harus cetak gol dan Morata seorang pembunuh," ujar Ramos.

"Setelah cetak gol pertama, tak ada hal lebih baik selain memberikan kesempatan kepada rekan Anda agar menemukan moodnya kembali dalam mencetak gol."

Loading
Artikel Selanjutnya
Aksi Bela Sampai Mati di Tengah Krisis Real Madrid
Artikel Selanjutnya
5 Kisah Romantis Pesepak Bola Dunia Menikahi Fansnya