Pemain Argentina Terjebak di Bawah Bayang-Bayang Messi

Scaloni mengakui, Messi adalah pemain hebat. Ia juga berharap bintang Argentina itu bisa kembali membela Argentina di masa depan. Akan tetapi, menurut Scaloni, memiliki Messi di dalam tim juga ada dampak negatifnya.

Diterbitkan 11 Mei 2019, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Buenos Aires - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menilai sejumlah pemain muda Tim Tango sulit berkembang karena terjebak di bawah bayang-bayang Lionel Messi.

Scaloni mengakui, Messi adalah pemain hebat. Ia juga berharap bintang Argentina itu bisa kembali membela Argentina di masa depan.

Akan tetapi, menurut Scaloni, memiliki Messi di dalam tim juga ada dampak negatifnya. Sebab, para pemain Argentina yang lain, terutama pemain muda, jadi minder bermain di sebelah La Pulga.

“Bayangan Messi di atas lapangan mungkin terlalu berat untuk beberapa pemain muda. Mereka selalu bertanya tentang dia," kata Scaloni di Soccerway.

"Dalam pertandingan-pertandingan yang Messi mainkan untuk tim nasional, sangat jarang dia tidak memberikan segalanya. Hal terbaik yang dapat kami lakukan adalah meminta semua orang untuk melakukan seperti yang mereka lakukan untuk klub mereka."

 

 

Skill Luar Biasa

(AFP/Benjamin Cremel)

Di mata Scaloni, kemampuan Messi di atas lapangan luar biasa.

“Kami perlu mengambil keuntungan dari kenyataan Messi ada di lapangan bersama kami. Dia adalah pemain terhebat sepanjang masa, tetapi di atas lapangan, Messi harus menjadi orang lain yang membantu kami menang."

"Kami membutuhkan dia di atas bola. Apa yang perlu kami lakukan jika dia mundur adalah pemain lain masuk ke posisinya dalam serangan. Messi adalah penyerang, menciptakan assist dan semakin dekat ia dengan gawang, maka itu semakin baik," Scaloni menambahkan.

Statistik Messi

Messi sendiri sudah mengoleksi 129 caps bersama Argentina. Striker Barcelona itu juga mencatatkan 65 gol.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Spanyol vs Argentina, Final Piala Dunia 2026 Bersejarah

Jonathan Pandapotan Purba, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan