Cerita Gondangdia: Berbagi Kisah dengan Finalis Puteri Muslimah Indonesia

Kantor Liputan6.com di Gedung KLY, Gondangdia Cikini kedatangan 20 Finalis Puteri Muslimah Indonesia 2019 Indosiar.

Diterbitkan 25 April 2019, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Yang penting di lima detik awal....," Mas Dio memberi tips.

Setelah itu, Irna, Coorporate Communication Emtek Group dan Kania Ramalda (Marcom KLY), mengajak gadis-gadis cantik ini mengunjungi vertikal-vertikal KLY yang berkantor di Gondangdia. Mulai Bola.com, Fimela, sampai ke redaksi Liputan6.com di lantai 5.

Beberapa vertikal KLY memang tak berkantor di Gondangdia. Sebut saja Merdeka.com dan Dream.co.id yang bermarkas di Tebet, Jakarta, dan KapanLagi.com serta Bola.net di Malang.

Heboh di Lantai 5

Namun, kehebohan sesungguhnya terjadi di lantai 5 AKA markas Liputan6.com. Bagaimana tidak? Begitu memasuki pintu masuk ruang redaksi saja, dara-dara cantik ini sudah disambut meriah awak redaksi kanal News, Regional, Otomotif, Lifestyle, Global, Showbiz, Tekno, Bisnis, serta kanal lainnya. Mereka seperti terhipnotis dengan aura yang dipancarkan Kirana Rizky Santika dan kawan-kawan.

Telni Rusmitantri, Redaktur Pelaksana (Redpel) Showbiz Liputan6.com, menjadi komandan penyambutan. Didampingi Shinta Sinaga, Redpel Front Page dan Citizen, Nurseffi Dwi Wahyuni (Redpel Bisnis danTekno) Elin Yunita Kristanti (Redpel News, Global, dan Regional), dengan gaya khasnya, Telni yang juga dikenal sebagai MC, membuat suasana menjadi cair, bahkan penuh tawa.

Pasalnya, setiap ucapan dan penjelasannya, selalu diselingi joke-joke khasnya, yang selalu segar. "Saya ini juga bekas finalis Puteri Muslimah lho...tapi tahun 70-an," Telni berseloroh disambut tawa awak redaksi.

Tanpa Pantun Pak Jatun

Usai mengunjungi lantai 5, puteri-puteri cantik ini kemudian kembali berkumpul di lantai 1. Kali ini, team leader di KLY yang mendapat kesempatan untuk berbagi.

Ada Darojatun, VP Sports KLY, yang juga Pemred Bola.com, Amelia Ayu Kinanti (Pemred Fimela.com) dan Dwi Ratih mewakili Dream.co.id. Sedangkan dari Liputan6.com, hadir Redpel Bola, Edu Krisnadefa dan Sigit Tri Santoso (Redpel Otomotif, Health, dan Lifestyle).

Sigit pun bercerita tentang cara kerja redaksi, mulai dari mengumpulkan informasi/data, verifikasi, mengolahnya, hingga akhirya matang untuk disajikan di situs tercinta ini: www.Liputan6.com.

"Salah satu keunggulan Liputan6.com adalah kami merupakan media terverifikasi dan bagian dari Jaringan Periksa Fakta Internasional atau Cek Fakta," ujar Sigit, bersemangat. Gimana gak semangat? he, he, he....

FYI, Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) merupakan jaringan media yang berkomitmen mengurangi berita-berita bohong atau hoaks/fake news, melalui pemeriksaan fakta dan argumen secara detail. Jaringan ini didirikan tahun 2015, dan hingga kini telah memiliki 50 anggota di seluruh dunia.

Sementara Edu bercerita tentang nikmatnya menjadi jurnalis karena datang dari passion-nya menulis. "Saya ingin menjadi wartawan agar suara saya bisa didengar orang," Ayu kemudian menimpali.

Sementara Dwi Ratih bercerita bagaimana dia dan kawan-kawan mengelola komunitas di Dream.co.id, yang merupakan situs muslim lifestyle pertama di Indonesia. Popo, panggilan Dwi Ratih memang mengemban tugas sebagai penanggung jawab komunitas di Dream.co.id.

 

Terhibur Yel-Yel Puteri Muslimah Indonesia

Di kesempatan terakhir, giliran Darojatun mendapat kesempatan berbagi. Namun, Pak Jatun tidak banyak berbicara. Di luar dugaan, dia juga tak mengeluarkan jurus-jurus pantun, yang sudah menjadi trade mark-nya.

Pria lulusan ITB ini malah meminta para puteri-puteri cantik ini bercerita tentang pengalaman mereka berkaitan dengan sepak bola. Suasana rame lagi.

Sholichatinnisa Gusdiniartha dari Sidoardjo, Adinda Khoirunnisaa (Jakarta), dan Degina Agiya Agustina (Bandung) pun menuturkan pengalaman mereka terkait sepak bola Indonesia.

Seru juga mendengarkan gadis-gadis ini bercerita tentang sepak bola. Ada pahit, getir, tapi juga menyenangkan. Pak Jatun pun berkomentar pendek, dengan senyumnya yang khas. "Yah ... itulah sepak bola Indonesia."

Di ujung pertemuan, kami dihibur dengan yel-yel Putri Muslimah Indonesia 2019. Mereka pun serentak berdiri, bergaya, dan bernyanyi......

"Cantik-catik finalisnya, hebat pula bakatnya...Baik pula akhlaknya, kami putri muslimah....."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Edu Krisnadefa, Irna GustiawatiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan