6 Kandidat Pemain Terbaik Piala Presiden 2019

6 kandidat pemain terbaik Piala Presiden 2019 berasal dari dua tim yang lolos ke final, yakni Persebaya Surabaya dan Arema FC.

Diterbitkan 11 April 2019, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dzhalilov selain menjadi senjata andalan Persebaya untuk mencetak gol. Dia juga berfungsi sebagai perusak pertahanan lawan melalui gerakannya yang rutin berpindah. Kadang ada di sisi sayap, tapi sering juga muncul di dalam kotak penalti.

3. Amido Balde

Persebaya Surabaya sempat meratapi kepindahan David Da Silva yang menjadi mesin gol pada Liga 1 Indonesia musim 2018.Namun, kehadiran Amido Balde membuat ratapan Persebaya tidak berjalan lama. Amido Balde membuat Bajul Ijo move on.

Setelah menunjukkan aksinya di Piala Indonesia 2018, Amido Balde tampil menawan pada Piala Presiden 2019. Pemain asal Guinea-Bissau tersebut sejauh ini telah mencetak empat gol ke gawang lawan.

Kemampuan Amido Balde sangat lengkap. Dia bukan penyerang yang hanya bergerak di dalam kotak penalti. Balde tidak risih saat harus bergerak ke sayap. Salah satu aksi gemilangnya saat memberi assist kepada gol Dzhalilov pada leg pertama semifinal melawan Madura United.

4. Dedik Setiawan

Dedik tidak selalu bermain untuk Arema FC pada Piala Presiden 2019. Dia sempat absen karena harus menjalani pemusatan latihan bersama timnas Indonesia.

Tapi, peran Dedik sangat sentral bagi Singo Edan. Pada laga perdana melawan Barito Putera, ia mencetak dua gol dan menginisiasi kebangkitan Arema FC.

Sempat tertinggal 2-0, Singo Edan bangkit dan menang 3-2 lewat gol-gol pada menit akhir. Sejauh ini, Dedik Setiawan sudah mencetak empat gol di Piala Presiden 2019.

Dedik membuat Arema FC jadi tim yang tidak bergantung pada bomber asing. Pemain asal Kabupaten Malang tersebut membuat keberadaan Robert Lima Gladiator di lini serang Arema FC tidak terasa. Dia adalah bagian penting dari sukses Arema melangkah ke final.

5. Ricky Kayame

Jika ada kejutan di Piala Presiden 2019 itu adalah munculnya sosok Ricky Kayame. Pemain asal Papua ini awalnya tidak masuk dalam rencana awal Arema FC.

Tapi, dia sukses memanfaatkan setiap kesempatan bermain yang diberikan pelatih Milomir Seslija. Ricky sudah mencetak empat gol untuk Singo Edan. Satu gol dicetak dengan cara yang sangat cantik, yakni gol ke gawang Kalteng Putra di leg pertama babak semifinal.

Ricky sanggup melewati tiga pemain belakang dan satu penjaga gawang. Salah satu senjata utama Ricky adalah kecepatan dan pergerakan yang liar.

Dia bukan tipe pemain yang diam di kotak penalti. Dia bisa muncul dari sisi kanan, kiri maupun dari lini kedua. Ricky sulit dideteksi oleh pemain lawan.

6. Hansamu Yama Pranata

Lini belakang Persebaya Surabaya memang belum menunjukkan kinerja cukup bagus. Tapi, itu tidak menghalangi berkilaunya performa bek tengah Hansamu Yama Pranata. Dia punya peran besar bagi Persebaya.

Yama menunjukkan potensi terbaiknya pada laga semifinal melawan Madura United. Pada leg pertama, dia sukses mematikan pergerakan Alexandar Rakic dan Aleberto Beto Goncalves. Gawang Persebaya pun aman.

Pada semifinal kedua, Yama melanjutkan performa apik di lini belakang. Dia bahkan menyumbang satu gol dan memastikan Persebaya menang dengan skor 3-2 di kandang Madura United.

Perlu dicatat, gol Hansamu Yama Pranata bukan dari proses bola mati tapi lewat open play.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Achmad Yani YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan