Sukses

Madura United dan PSM Ingin KLB PSSI Digelar Usai Pilpres

Liputan6.com, Jakarta Beberapa pemilik suara (voters) mendesak PSSI agar menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) setelah digelarnya Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) yang berlangsung 17 April mendatang. Meski belum bulat, mayoritas menginginkan agar KLB digelar setelah agenda politik nasional rampung diselenggarakan.

KLB dipastikan bakal digelar setelah Komite Eksekutif (Exco) PSSI mengadakan rapat baru-baru ini. Dalam rapat tersebut yang juga dipimpin Joko Driyono, Exco sepakat untuk menggelar KLB meski belum dipastikan kapan.

Sesuai statuta KLB bisa digelar atas inisiatif anggota Exco atau 2/3 dari total jumlah voters.Sebagian voters menginginkan, KLB digelar setelah perhelatan Pemilu 2019 rampung.

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi mendukung keputusan anggota PSSI untuk menyelesaikan permasalahan di PSSI. Namun, dia merekomendasikan agar perhelatan KLB berlangsung setelah Pemilu, April mendatang.

Dia beralasan tak mau agenda PSSI seperti KLB tercemar oleh adanya kepentingan politik."Teman-teman di PSSI pasti bisa melewati masa sulit ini dengan baik, dan saya mendukung semua keputusan nanti," kata Achsanul seperti keterangan tertulis yang diterima media.

Sementara itu, Sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatra Selatan, Augie Bunyamin, menilai isu KLB ini sangat sensitif. Menurut Augie, Asprov PSSI Sumsel masih menunggu perkembangan .

Terkait desakan segera KLB dari klub-klub sepak bola, Augie menyatakan klub memang memiliki hak mendorong PSSI menghelat KLB. "Asprov bukan seperti klub. Klub kan lain. Kami sedang menunggu keputusan dari satgas," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Dukungan PSM

Sementara itu, CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin angkat bicara terkait pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI.Senada dengan Achsanul, dia berharap KLB digelar selepas pemilu 17 April, supaya terbebas dari berbagai intervensi politik . 

Sebagai peserta Liga 1 Indonesia, PSM sepakat menggelar KLB sebagai solusi untuk mengatasi masalah-masalah di internal PSSI.

"Kami dorong KLB tapi tidak untuk sekarang ini. Karena kita ini masih berada di tahun politik. Jangan sampai, macam-macam kepentingan masuk di KLB," katanya.

Loading
Artikel Selanjutnya
PT LIB Bantah Tudingan Miring ke Ketum PSSI
Artikel Selanjutnya
PSSI Jajaki Kemungkinan Boyong Ruud Gullit Latih Timnas Indonesia