Liputan6.com, Manchester - Manchester United (MU) bangkit dari keterpurukan usai melakukan pergantian manajer. Setan Merah, julukan MU, memecat Jose Mourinho pada 18 Desember 2018, usai takluk 1-3 dari Liverpool di Anfield Stadium, dalam lanjutan Liga Inggris.
Posisi Mourinho digantikan oleh Ole Gunnar Solskjaer, mantan striker MU pada 1996 hingga 2007. Bersama Solskjaer, Setan Merah belum menelan kekalahan dalam 10 pertandingan di semua kompetisi, meraih sembilan kemenangan dan sekali imbang.
Semua pemain MU, termasuk Paul Pogba, yang terlihat ogah-ogahan saat di bawah asuhan Mourinho, menjadi semangat bersama Solskjaer. Bahkan, Alexis Sanchez yang sempat melempem punya kesempatan menunjukkan performa terbaiknya.
Di bawah Solskjaer, Sanchez telah mencatatkan lima pertandingan dalam 253 menit. Winger Timnas Chile itu telah mencatatkan satu gol dan dua assist.
Ada tiga alasan yang membuat Alexis Sanchez bakal bersinar bersama MU asuhan Solskjaer, seperti dikutip dari Sportskeeda. Apa saja? Simak di halaman selanjutnya.
Pembuktian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2697832/original/082269600_1547197576-5.jpg)
Setelah gagal memenuhi harapan setelah pindah ke Manchester United dan mendapat banyak kritik tajam, Alexis Sanchez harus bangkit dan membuktikan dirinya di Old Trafford. Apalagi sekarang Jose Mourinho sudah tidak bisa digunakan sebagai alasan lagi.
Penampilan Sanchez terlihat meningkat secara dramatis selama beberapa minggu terakhir dan superstar Chile membuktikannya saat melawan mantan timnya Arsenal pada pekan kemarin. Ia mencetak gol pembuka saat Manchester United mengalahkan The Gunners 3-1 dalam pertandingan Piala FA di Stadion Emirates.
Selain itu, Ole Gunnar Solksjaer baru-baru ini juga memuji sikapnya selama latihan yang menunjukkan bahwa ia benar-benar bertekad untuk membalikkan keadaan. Dengan tekad yang kuat seperti itu, Sanchez pasti bisa mengembalikan performanya pada musim ini.
Taktik Ole Gunnar Solskjaer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2713463/original/054011800_1548452962-Arsenal_v_Man_United_-_AFP_Daniel_Leal_Olivas.jpg)
Setelah menggantikan Jose Mourinho yang dipecat sebagai manajer Manchester United, Ole Gunnar Solksjaer tidak membuang-buang waktu untuk bekerja di Old Trafford. Hal pertama yang dilakukannya adalah memperkenalkan sistem permainan yang lain.
Pria asal Norwegia itu menerapkan sepakbola menyerang dan mengalir bebas di klub. Hal itu membuatnya memenangkan delapan pertandingan beruntun di semua kompetisi dan bisa menyatukan para penggemar dan pemain dalam suasana yang harmonis, mirip dengan era Sir Alex Ferguson.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2722854/original/017459600_1549532385-AP19024462535829.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1339026/original/010961700_1473217701-059540600_1456637519-Kombinasi_11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3435700/original/018090800_1618998593-165678779_776615229629911_8228903766785523181_n__1_.jpg)
