Sepi Prestasi di Tengah Ingar-Bingar Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Liga 1 adalah liga profesional level teratas dalam sistem liga sepak bola di Indonesia.

Diterbitkan 09 Desember 2018, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain Piala AFF, Indonesia juga terhenti di perempatfinal Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-19. Sementara di Asian Games 2018, Garuda Muda tersingkir di babak 16 besar.

Banyak kalangan menilai mandeknya prestasi Timnas Indonesia masih terkait dengan belum beresnya penataan kompetisi atau tepatnya pembinaan sepakbola oleh federasi atau PSSI.

Evaluasi

Ada anggapan PSSI selalu lebih menomorsatukan kompetisi di kasta tertinggi? Namun, mereka melupakan soal sepak bola usia dini dan usia muda.

Pengamat sepakbola Tommy Welly menegaskan betapa pentingnya kompetisi usia muda yang berjenjang dan berkesinambungan.

“Seberapa penting? Tentu sangat penting karena kompetisi usia muda adalah fondasi. Ini hal yang fundamental dalam pembinaan atau pengembangan sepakbola,” papar Tommy.

Menurut Tommy, PSSI harus memberi perhatian dan porsi besar dalam membangun kompetisi usia muda yang merata di seluruh daerah.

Kegagalan timnas Indonesia langsung mendapat perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Ia meminta PSSI segera melakukan evaluasi.

"Saya berharap betul ketua umum (Edy Rachmayadi) untuk mengevaluasi ada apa di lingkungan internal organisasi federasi ini," ujar Imam.

Tak hanya itu, Imam mengaku dirinya khawatir jika dalam kubu PSSI sudah mulai tidak sehat lagi. Dia menegaskan akan turun tangan untuk mengatasi polemik ini.

Minta Doa dan Dukungan

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengungkapkan kondisi realitas persepakbolaan Indonesia saat ini. Edy juga meminta masyarakat tidak lagi menyudutkan dirinya.

Menurutnya, kalau dibandingkan dengan negara lain, kondisi sepak bola Indonesia masih jauh tertinggal. “Kalau dibandingkan dengan negara lain, Indonesia masih jauh tertinggal. Bisa dilihat dari jumlah pemain, sarana stadion, dan lainnya. Saya bilang sama Presiden kalau kita belum punya pemain bola yang pas, kuantitas saja masih kurang, apalagi kualitas,” kata Edy.

Berdasarkan data 2016, jumlah pemain Indonesia sangat minim. Edy memcontohkan jumlah pemain Indonesia yang sangat jauh dengan Belanda yang memiliki 1,2 juta pemain dari 16,7 juta jiwa penduduk.

"Sementara, Indonesia hanya punya pemain 67 ribu dari 250 juta jiwa. Tolong jangan dibully-bully lagi saya. Kalau mau beritakan, beritakan lah ini,” katanya kepada para wartawan.

Bukan hanya itu, Edy juga mengatakan kondisi sarana dan prasarana sepak bola Indonesia kurang memadai. Salah satunya adalah soal kepemilikan stadion.

Karena itu, Edy berharap media memberi dukungan kepadanya untuk bersama memajukan PSSI. "Doakan lah kami. Kalau gak kalian yang bela saya, terus siapa yang bela saya?” tanyanya

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan