Wawancara Teco: Target Persija Jakarta Sudah Tercapai

Ikuti wawancara dengan Stefano Cugurra Teco, pelatih Persija Jakarta.

Diterbitkan 04 Desember 2018, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Jakarta - Persija Jakarta dalam perburuan untuk menjadi juara Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Stefano Cugurra Teco adalah sosok pelatih yang telah membimbing Macan Kemayoran dalam dua tahun terakhir. Meski belum berstatus juara, pelatih Brasil itu telah membantu Persija melampaui semua yang telah ditargetkan oleh manajemen dan memiliki antusiasme untuk membawa Persija berprestasi di level Asia.

Akhir Desember 2016 adalah momen di mana pelatih asal Brasil ini datang dan resmi menjadi pelatih Persija. Bermodalkan pengalaman menangani sejumlah klub Thailand, dan juga pernah menjadi pelatih fisik di Persebaya Surabaya, Teco dianggap oleh Presiden Persija, Ferry Paulus, sebagai sosok yang tepat untuk memimpin Persija.

Ia bekerja keras pada awal melatih Persija Jakarta, mengingat klub ibu kota itu baru saja menyelesaikan Torabika Soccer Championship 2016 dengan hanya menempati peringkat ke-14. Tak terlalu memperlihatkan hasil yang bagus di sejumlah turnamen pramusim, termasuk Piala Presiden 2017, Teco beradaptasi dan mempelajari karakteristik pemain-pemain yang dimilikinya.

Meski sempat didera kritik dari penggemar Persija yang meneriakkan Teco out di awal kiprahnya pada Liga 1 2017, pelatih asal Brasil ini akhirnya mampu mengantar Persija melewati target yang diinginkan manajemen saat itu.

Masa kejayaan Persija pun seakan mulai tercium pada awal 2018. Teco mampu membawa Persija lebih baik dari target yang diinginkan.

Seperti apa rencananya di akhir musim ini? Seberapa antusias Teco untuk bisa kembali beraksi di level Asia bersama Persija Jakarta? Berikut petikan wawancaranya ketika Stefano Cugurra Teco ditemui di Jimbaran, Bali, usai Persija menang 2-1 atas Bali United pada pekan ke-33 Liga 1 2018.

Menanti Kontrak Baru dan Hasrat Tampil di Liga Champions Asia

Anda sudah membawa Persija melewati target yang diinginkan di awal musim, tapi kontrak Anda berakhir Desember ini. Sudah ada komunikasi untuk kontrak baru?

Belum ada. Biasanya manajemen akan menunggu hingga kompetisi selesai. Waktu liga musim lalu mereka mengatakan harus menunggu sampai pertandingan terakhir, untuk bisa melihat apakah kami finis sesuai target atau tidak. Ketika target diraih, saya mendapatkan perpanjangan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tahun ini saya sudah memenuhi target di semua kompetisi. Mungkin seharusnya kami sudah bicara. Namun, sebagai pelatih saya tidak mau mengganggu manajemen karena saya mengetahui mereka punya urusan terkait banyak hal, termasuk mengurus stadion di mana kami akan memainkan laga terakhir musim ini. Saya tidak ada masalah dan lebih baik menunggu pertandingan terakhir selesai. Bagaimana harapan Anda sendiri? Ya pastinya saya mau bertahan di Persija. Apakah ada tawaran lain yang datang saat Anda menunggu komunikasi dari manajemen Persija? Mungkin dari Thailand di mana Anda pernah bekerja? Ada tim di Thailand yang menginginkan saya, tapi saya katakan saya masih punya kontrak dan saya masih bekerja untuk [Persija](3798480 ""). Bagi saya tidak enak jika saya keluar begitu saja. Namun, jika nanti akhir musim kontrak saya sudah berakhir, semua harus profesional. Selalu ada kemungkinan untuk kembali ke Thailand atau ke klub lain. Namun, harus saya tegaskan bahwa prioritas saya adalah tetap di sini bersama Persija karena saya ingin kembali ke kompetisi AFC. Saya masih punya keinginan untuk membuat prestasi di level AFC, di mana mungkin saja kami bisa lebih baik pada tahun depan ketimbang tahun ini. Bicara soal kompetisi AFC, sebagai pelatih Persija Anda tertarik memulainya dari mana? Kualifikasi Liga Champions Asia, di mana kalau gagal baru ke Piala AFC, atau langsung memastikan diri di fase grup Piala AFC? Saya lebih memilih Persija bermain di Liga Champions. Lawan yang ada di sana lebih bagus untuk Persija. Saya pun sudah melihat siapa saja lawan yang harus dihadapi di kualifikasi. Ada Home United di pertandingan pertama, saya yakin kami bisa menghadapi mereka. Setelah itu ada tim Australia, dan saya yakin kami bisa dapatkan hasil yang bagus. Jika kami masih lolos, ada tim dari Jepang yang harus kami hadapi di babak playoff. Melihat lawan-lawan yang harus dihadapi, Anda yakin Persija bisa tampil bagus sepanjang fase kualifikasi tersebut di Liga Champions Asia? Ketika saya masih di Thailand, seringkali tim-tim Thailand bertemu dengan tim dari Jepang dan Australia. Anda bisa melihat bagaimana Buriram sering menang menghadapi tim-tim itu. Saya punya teman seorang pelatih di Jepang. Beberapa kali sebelum menghadapi Buriram dia hubungi saya dan bertanya soal Buriram. Saya memberitahunya soal klub Thailand itu tapi begitu dia datang dan menghadapi Buriram, tim yang ditanganinya kalah. Menurutnya, mungkin pemain Jepang yang dimilikinya berpikir mudah menghadapi tim Thailand, tapi ternyata ketika sudah di lapangan tidak mudah. Bagi saya begitu pun dengan Persija. Lawan mungkin berpikir mudah, tapi kami bisa sulitkan mereka dan meraih kemenangan. Persija juga bisa seperti itu.

Halaman
Show All
Benediktus Gerendo Pradigdo, Edu Krisnadefa, Wiwig PrayugiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan