Rivalitas Jerman-Belanda di Lapangan Hijau

Jerman dan Belanda merupakan dua tetangga dengan tingkat permusuhan tinggi di sepakbola. Pelatih Timnas Jerman Joachim Loew menanggapi pertemuan kedua negara dalam pertandingan persahabatan, Selasa (15/11).

Diterbitkan 15 November 2011, 10:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Berlin: Rivalitas Jerman dan Belanda di panggung sepakbola regional maupun internasional sudah mengakar kuat. Akan tetapi, pelatih Timnas Jerman Joachim Loew menyebut, persaingan kedua negara bertetangga itu sudah turun kadarnya.

Loew mengutarakan opininya jelang pertemuan Jerman versus Belanda dalam partai persahabatan, Selasa (15/11). “Jerman melawan belanda selalu menghadirkan sesuatu yang spesial,” kata Loew. “Terdapat pertarungan yang sengit dan medebarkan di antara kedua tim. Tapi kadar itu telah berubah.”

Sejak menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan pada 1970an, kedua tim sering berhadapan langsung. Termasuk partai bersejarah final Piala Dunia 1974 ketika Jerman (Barat) keluar sebagai juara berkat kemenangan 2-1. Pertemuan itu menjadi panggung atraksi dua legenda Franz Beckenbauer versus Johan Cruyff.

Bergeser ke Piala Dunia 1990, kedua tim bertemu di babak 16 besar. Atmosfer permusuhan sangat kental di lapangan. Dua pemain diganjar kartu merah, Rudi Voeller (Jerman) dan Frank Rijkaard (Belanda) yang merupakan aktor dari insiden memalukan peludahan. Jerman (Barat) sekali lagi keluar sebagai pemenang juga dengan skor 2-1.

Belanda membayarkan dendam mereka dua tahun kemudian pada Euro 1992. Tim Oranje mengalahkan  Jerman yang telah bersatu kembali dengan skor 3-1. Sayang di semifinal mereka dikejutkan ledakan Denmark yang akhirnya keluar sebagai juara.

“Menurut hemat saya, rivalitas antara kedua negara sudah kehilangan bobotnya. Sebelumnya terdapat pertandingan yang sangat seru, tapi belakangan jarang terjadi,” kata Loew. “Sekarang ini banyak pemain asal Belanda yang merumput di Bundesliga, yang menjadikan Jerman rumah kedua mereka.”

Ini akan menjadi ujian bagi kedua tim. Hanya saja Loew mengingatkan bahwa pertandingan ini, apapun hasilnya, tidak akan memengaruhi turnamen sebenarnya Euro 2012 yang dihelat musim panas tahun depan. “Jadi kedua tim akan bermain bijaksana namun dengan keinginan untuk menang. Akan tetapi, tidak terlalu agresif,” pungkasnya.(DIM/Reuters)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ketika Cristiano Ronaldo Ditanya soal Lionel Messi Usai Cetak Brace, Langsung Melengos

Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan