Asian Games 2018: Cerita di Balik Kenyamanan Bus Anyar Timnas Indonesia U-23

Supir bus Timnas Indonesia U-23, Setyo menceritakan rahasia-rahasia pemain yang selama ini tak diketahui masyarakat luas.

Diterbitkan 16 Agustus 2018, 18:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

OH 1626 merupakan generasi bus Mercedes-Benz yang manajemen mesinnya sudah menerapkan teknologi elektrikal. Tidak lagi mekanikal seperti seri terdahulu. Teknologi ini sudah diaplikasikan Mercedes-Benz pada dua generasi bus rear engine sebelumnya, yakni OH 1525 dan OH 1526.

"Enak benar naik bus ini. Bantingannya empuk. Persnelingnya manual, tujuh percepatan. Total tempat duduk 35 buah," ujar Setyo yang sudah 30 tahun menjadi supir bus.

Bus merk Mercedes-Benz yang dipakai Timnas Indonesia U-23 sempat dibawa ke Malang sebelum kemudian diserah terimakan ke PSSI.

"Dicat ulang dan ditempeli striker gambar-gambar pemain terlebih dahulu di Malang. Jadi makin bagus setelah jadi," papar Setyo.

Doyan Lagu Nostalgia

Pembicaraan lanjutan beralih ke perilaku para pemain Timnas Indonesia U-23 saat menumpang bus. "Anak-anak timnas lucu-lucu. Mereka doyan bercanda. Suasana tidak pernah sepi, selalu ramai. Seru lha pokoknya."

Di bus timnas terdapat fasilitas DVD Player, saat penggawa Garuda Muda berada di dalamnya bus, Setyo selalu memutar video karaoke, seperti khas bus-bus antarkota pada umumnya.

Uniknya walau rata-rata usia pemain masih belia, video karaoke yang diputar bukan lagu-lagu kekinian, khas anak muda generasi millenial.

"Sesuai permintaan yang selalu diputar lagu-lagu nostalgia tempo dulu. Para pemain dan tim pelatih menikmati lagu ini, terkadang ada juga di antara pemain ikut bernyanyi. Tapi tidak sampai joget, seperti kebanyakan pemain bola lainnya yang pernah saya supiri. Mungkin tidak enak dengan Coach Luis Milla," cerita Setyo.

Luis Mila dan Bima Sakti asistennya di bus lebih banyak diam, jarang mengumbar obrolan. Mereka biasanya duduk di kursi baris depan. "Pelatih terlihat lebih serius, walau sesekali juga tersenyum melihat tingkah laku para pemain," tuturnya.

Menyupiri pesepak bola bukan hal baru bagi Setyo. Sebelum memegang Timnas Indonesia U-23 ia sempat menjadi supir klub Divisi Utama, Persitema Temanggung.

"Selama 13 tahun saya mengabdi di sana. Sekarang dipercaya menyupiri pemain-pemain terbaik Indonesia buat saya pribadi sebuah kebanggaan besar," ucap Setyo.

Setyo berharap Timnas Indonesia u-23 bisa melaju jauh di Asian Games 2018. Kekalahan 1-2 melawan Palestina ikut membuat sang driver sedih.

"Pemain yang tergabung di Timnas U-23 anak-anak baik. Mereka sopan, selalu tidak pernah lupa mengucapkan terima kasih. Saya selalu berdoa supaya mereka sukses mengharumkan nama bangsa," tutur Setyo menutup pembicaraan dengan Bola.com. Ia dipanggil untuk segera menjalankan tugasnya.  

Saksikan juga video menarik di bawah ini:

Sumber: Bola.com

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan