Perjalanan Si Kembar dari Buruh Cuci hingga Jadi Atlet Andalan di Asian Games 2018

Lena dan Leni mengaku sudah siap bertanding di ajang Asian Games 2018.

Diterbitkan 14 Agustus 2018, 09:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Mereka tahu betul jadwal kegiatan di sana. Jika ada barang bekas yang tidak dapat diolah, biasanya si tetangga membuang barang-barang tersebut di dekat tanggul sungai.

Di sini, Lena dan Leni rela mengais sampah demi mendapat sepatu bekas yang menurut standar mereka masih layak digunakan. Mau tidak mau, suka tidak suka, Lena-Leni harus mempelajari olahraga sepak takraw.

Berbagai Kejuaraan

Mereka pertama kali mempelajarinya pada 2006. Beberapa kejuaraan mereka ikuti mulai dari kejuaraan antarpelajar, antardaerah, hingga pekan olahraga daerah.

Hingga pada 2007, Lena dan Leni diboyong dari Indramayu ke Ibu Kota untuk mengikuti seleksi nasional. Mereka akhirnya secara resmi menyandang status atlet nasional di tahun yang sama dan wajib mengikuti pelatnas.

Terhitung sejak 2007, sudah banyak prestasi yang diraih untuk merah-putih. Dari medali perunggu Asian Games 2014 di Incheon, hingga meraih medali emas di King’s Cup (turnamen paling bergengsi sepak takraw) pada 2016.

Kini, si kembar mengaku siap bertanding di ajang Asian Games 2018. Mereka sangat antusias dan sudah tidak sabar menyepak bola berbahan dasar rotan itu di atas lapangan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Adyaksa Vidi, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan