Aplikasi Kencan Tinder Makin Laku Saat Piala Dunia

Meningkatnya jumlah pengguna aplikasi Tinder saat ajang olahraga internasional telah menjadi tren terbaru. Kali ini, fenomena tersebut kembali terjadi pada Piala Dunia di Rusia.

Diterbitkan 22 Juni 2018, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Komentar Pletnyova yang memperingatkan bahwa "perempuan Rusia bisa berakhir membesarkan anak-anak ras campuran" mengacu pada istilah 'Anak-Anak Olimpiade Moskow 1980'.

Istilah itu digunakan selama era Uni Soviet untuk mengkategorikan anak-anak non-Kaukasian yang dikandung oleh perempuan Rusia usai berhubungan seks dengan turis mancanegara dari Afrika, Amerika Latin, atau Asia. Menurut beberapa laporan, banyak di antara anak-anak ras campuran itu menghadapi diskriminasi sosial di Soviet, bahkan, di Rusia Abad ke-21.

Sementara itu, Pletnyova juga memperingatkan bahwa anak-anak ras campuran itu dapat 'direbut oleh orang-orang Barat'. Dan oleh karenanya, ia mendesak agar perempuan Rusia berhubungan seks dengan, dan mengandung anak dari pria Rusia sendiri.

Respons Kremlin

Dalam sebuah komentar terpisah yang tampak ditujukan untuk merespons imbauan tersebut, juru bicara Putin, Dmitry Peskov mengutarakan pernyataan yang menepis kekhawatiran Pletnyova.

Mengawali komentarnya, Peskov mengatakan, "Semua negara menuduh negara lain atas sikap rasisme dan homofobia."

"Semua itu tidak ada hubungannya dengan Piala Dunia. Sedangkan untuk para perempuan Rusia, mereka bisa mengatasi semua hal dengan sendirinya," lanjut Peskov seperti dikutip dari Evening Standard.

(Tom/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Tommy K. Rony, Jeko I. R.Tim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan