4 Alasan Real Madrid Layak Juara Liga Champions

Real Madrid memburu gelar ketiga secara beruntun.

Diterbitkan 26 Mei 2018, 06:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Fans rival heboh saat Madrid mengalahkan Juventus dengan penalti di menit terakhir, menganggap mereka cukup beruntung mendapatkan penalti di menit akhir pertandingan. Namun, yang mengejutkan adalah bagaimana mereka mengatasi tekanan yang muncul bersama dengan situasi semacam itu.

Kehebatan Ronaldo saat mencetak gol dari titik putih yang membuat penalti terlihat mudah, tetapi itu tidak semudah yang dibayangkan. Tetapi dalam situasi seperti saat melawan Juventus, Ronaldo dan kawan-kawan pantas mendapatkan lebih dari sekadar tepuk tangan biasa. Mereka pantas mendapatkan standing ovation.

Kehebatan Zidane

Pujian khusus harus diberikan kepada Zinedine Zidane. Pelatih Prancis itu telah mengeluarkan sihirnya sama seperti saat menjadi pemain.

Setelah Real Madrid menjalani musim yang tidak memuaskan, dibutuhkan lebih dari sekedar keberuntungan untuk mencapai ke final kompetisi klub terberat di dunia.

Dia mungkin belum menjadi pelatih yang jenius tapi Zidane telah menunjukkan tanda-tanda untuk menjadi salah satunya. Misalnya, pergantian jitu Marco Asensio dan Gareth Bale saat melawan PSG di leg pertama merupakan faktor utama mengapa timnya menang dalam pertandingan tersebut.

Zidane berhasil memberikan kehidupan baru kepada Ronaldo dengan menempatkannya dalam peran striker murni, setelah ia kesulitan pada awal musim. Dia juga berhasil menyatukan ruang ganti yang mungkin paling egois di dunia.

Orang mengatakan itu mudah bagi Zidane karena kualitas pemain yang dimilikinya. Tetapi jika memang sesederhana itu, Los Merengues tidak akan membutuhkan 12 tahun untuk memenangkan gelar ke-10 mereka, mengingat mereka selalu punya pemain terbaik dalam susunan pemain.

Real Madrid sangat pantas untuk mengangkat gelar Liga Champions, bukan untuk membuktikan kebesaran mereka tetapi untuk menghapus semua keraguan dan dugaan bahwa pelatih mereka beruntung selama tiga tahun terakhir.

Serangan Tajam

Orang-orang berpendapat bahwa Bayern Munchen pantas lolos karena mereka mendominasi Real Madrid. Namun, memang benar bahwa Bayern tidak dalam kondisi terbaiknya dalam menyelesaikan peluang yang mereka ciptakan, tapi dilakukan Real Madrid dengan sempurna.

Di leg pertama, Bayern mencetak satu gol dalam 17 tembakan sementara Real mencetak gol dua kali dengan tujuh kali percobaan. Di leg kedua, Bayern mencetak dua gol dalam 22 tembakan, jumlah gol yang sama yang dicetak oleh Los Blancos hanya dalam sembilan kali percobaan.

Selain itu, Real Madrid memenangkan pertandingan meski Cristiano Ronaldo gagal mencetak gol di kedua pertandingan tersebut. Dengan demikian, pasukan Zidane membuktikan bahwa mereka bisa memenangkan pertandingan, sekalipun bintang utama mereka tidak tampil.

 

Sumber: Bola.net

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan